Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Teten Akui Sulit Capai Target UMKM Go Digital, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Teten Akui Sulit Capai Target UMKM Go Digital, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Agustus 2024Updated:3 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki mengaku tak yakin target 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) go digital pada tahun 2024 bisa tercapai. Ia mengungkapkan, saat ini UMKM yang sudah go digital baru sekitar 25 juta.

    Meski, menurutnya, telah dilakukan berbagai pendampingan terhadap UMKM sampai ke secondary cities atau kota-kota lapis kedua.

    Dia pun menyebut, ada banyak faktor yang memengaruhi sulitnya mencapai target tersebut sebagaimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) tahun 2024. 

    “Itu kan targetnya 30 juta (UMKM go digital) di RPJMN pada tahun 2024. Nah setelah kita coba kejar target itu, sampai kita melakukan pendampingan terhadap UMKM ke secondary. Hitungan saya, memang ini nggak akan kecapaian,” kata Teten dalam Economic Update CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (3/8/2024).

    “Hari ini kira-kira UMKM yang sudah go digital kita baru 25 jutaan. Ada banyak faktor (yang memengaruhi),” sebutnya.

    Berdasarkan evaluasinya, saat ini banyak UMKM Tanah Air yang berjualan di online atau melalui e-commerce, tapi barang yang dijualnya merupakan produk impor.

    “90% saya boleh mengatakan produk impor,” ucap Teten.

    Sementara, tuturnya, 96% UMKM di dalam negeri sekarang skalanya masih mikro, sehingga kapasitas produksi mereka juga terbatas untuk bisa menjangkau pasar nasional secara digital.

    “Kita beberapa kali membuat pelatihan, bagaimana caranya (UMKM) masuk ke jaringan ritel modern. Namun, kapasitas mereka juga ternyata rata-rata nggak cukup untuk satu wilayah kabupaten/kota. Jadi kalaupun kita dorong mereka go online, biasanya enggak bisa bertahan lama,” jelasnya.

    Di samping itu, lanjut Teten, UMKM yang belum mampu go digital terpaksa digempur oleh serbuan barang consumer good atau barang konsumsi asal impor yang harganya juga jauh lebih murah. Sehingga, produk-produk UMKM menjadi kalah saing dengan produk impor tersebut.

    “Karena itu tadi 90% kan produk luar, karena itu banyak yang jadi reseller. Sehingga target (30 juta UMKM go digital) menurut saya menjadi terasa terlalu tinggi,” katanya.

    “Tapi sekarang yang paling penting sebenarnya bagaimana kualitas UMKM kita, yang masuk ke pasar online ini betul-betul bisa menjual produk dalam negeri,” pungkas Teten.

    (dce)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Potensi Bisnis Data Center di Tengah ‘Ledakan” Data Digital





    Next Article



    TikTok Shop Masih Langgar Aturan, Teten Duga Ada Kepentingan Politik



    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.