Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Masuk Awal Bulan Safar 1446 H, BMKG Ingatkan Pantau 2 Tanggal Ini
    Insight News

    Masuk Awal Bulan Safar 1446 H, BMKG Ingatkan Pantau 2 Tanggal Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Agustus 2024Updated:2 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Bulan Agustus 2024 ini ditandai dengan masuknya bulan Safar 1446 H. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membeberkan informasi data-data Hilal saat Matahari terbenam, yang dapat digunakan dalam pelaksanaan rukyat (observasi).

    Dalam keterangan resminya, BMKG memberikan informasi-informasi penting untuk dijadikan rujukan dalam menetapkan awal bulan Safar 1446 H.

    Antara lain bisa dipantau melalui waktu konjungsi (Ijtima’) dan waktu Matahari terbenam, peta ketinggian Hilal, peta Elongasi, peta umur Bulan, peta Lag, peta fraksi iluminasi Bulan, objek astronomis lainnya yang dapat mengacaukan rukyat Hilal, hingga data Hilal saat Matahari terbenam untuk kota-kota di Indonesia.

    Konjungsi ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi.

    “Peristiwa ini akan kembali terjadi pada Ahad, 4 Agustus 2024 M, pukul 11.12.55 UT atau pukul 18.12.55 WIB atau pukul 19.12 55 WITA atau pukul 20.12.55 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 132,567 derajat,” tertera dalam laporan BMKG, dikutip Jumat (2/8/2024).

    Berdasarkan informasi tersebut, BMKG mengatakan secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu bulan Safar 1446 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam pada 4 Agustus 2024 untuk yang di tempatnya terjadi konjungsi sebelum Matahari terbenam, atau tanggal 5 Agustus 2024 bagi yang konjungsinya terjadi setelah Matahari terbenam.

    “Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Safar 1446 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria saat Matahari terbenam tanggal 4 dan 5 Agustus 2024 tersebut,” BMKG menjelaskan.

    Dari berbagai aspek lainnya yang disebutkan untuk menentukan awal bulan Safar, tanggal 4 dan 5 Agustus juga penting untuk diamati.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Bersama Dana Indonesia, Kilau Investasi Emas Digital Makin “Seksi”


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.