Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bibir Karyawan AEON Diawasi Ketat Pakai Kecerdasan Buatan
    Insight News

    Bibir Karyawan AEON Diawasi Ketat Pakai Kecerdasan Buatan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Agustus 2024Updated:1 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Jaringan supermarket Jepang AEON mengadopsi sistem kecerdasan buatan (AI) untuk menilai dan menstandardisasi senyum karyawannya.

    Mulai 1 Juli, AEON mengumumkan bahwa mereka telah menerapkan sistem AI penilai senyum yang dinamai ‘Mr Smile’ di 240 toko di seluruh Jepang. Ini menjadikan AEON sebagai perusahaan pertama yang menggunakan teknologi tersebut

    Mr Smile dikembangkan oleh perusahaan teknologi Jepang InstaVR dan dikatakan dapat akurat menilai sikap layanan pekerja di toko.

    Sistem ini menggunakan lebih dari 450 elemen termasuk ekspresi wajah, volume suara dan nada salam.

    Mr Smile juga dirancang dengan elemen “game” yang membuat staf untuk meningkatkan sikap mereka dengan memberikan sistem skor.

    AEON mengatakan mereka menjalankan uji coba sistem di delapan toko dengan sekitar 3.400 anggota staf, dan menemukan sikap layanan meningkat hingga 1,6 kali selama periode tiga bulan.

    Perusahaan mengatakan tujuannya adalah untuk menstandardisasi senyum atau tingkat keramahan para staf sehingga mampu memuaskan pelanggan secara maksimal, demikian dikutip dari South China Morning Post, Rabu (31/7/2024).

    Kebijakan ini sebenarnya memicu kekhawatiran apakah sistem AI akan meningkatkan pelecehan di tempat kerja, terutama dari pelanggan, yang belakangan menjadi sebuah masalah serius di Jepang. Dikenal sebagai kasu-hara, pelecehan pelanggan datang dalam bentuk bahasa yang kasar dan keluhan yang berulang-ulang.

    Tahun ini, hampir setengah dari 30.000 staf yang disurvei, yang bekerja di industri jasa dan sektor lainnya, melaporkan telah mengalami pelecehan oleh pelanggan kepada serikat pekerja terbesar di Jepang, UA Zensen.

    “Ketika pekerja industri jasa dipaksa untuk tersenyum sesuai dengan standar, bagi saya ini terlihat seperti bentuk lain dari pelecehan pelanggan,” ujar salah satu responden.

    “Senyuman seharusnya merupakan sesuatu yang indah dan tulus, dan tidak diperlakukan seperti produk,” kata yang lain.

    “Setiap orang berbeda, dan mereka juga mengekspresikan kasih sayang mereka dengan cara yang berbeda. Menggunakan mesin untuk menstandarkan sikap orang terdengar dingin dan konyol,” ujar yang lainnya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Adopsi Layanan Keuangan Berbasis AI, Bisnis Bisa ‘Naik Kelas’?




    Next Article



    East Ventures Punya Modal Buat Startup AI RI, Ini yang Dicari



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.