Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kelompok Pro Hitler-Nazi Tiba-tiba Membludak, Ini Biang Keroknya
    Insight News

    Kelompok Pro Hitler-Nazi Tiba-tiba Membludak, Ini Biang Keroknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Juli 2024Updated:30 Juli 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada masalah baru yang muncul di platform TikTok. Laporan dari Institute for Strategic Dialogue (ISD) yang dibagikan ke Wired menemukan kaum Neo-Nazi dan supremasi kulit putih membanjiri TikTok untuk menyebar propaganda dan merekrut anggota baru.

    Mereka membagikan konten-konten terkait Hitler dan bahkan mendorong pengikut mereka untuk melancarkan aksi di dunia nyata, dikutip dari Wired, Selasa (30/7/2024).

    Menurut laporan ISD, algoritma TikTok turut mempromosikan konten semacam ini ke pengguna baru. Komunitas ekstremis mampu mendulang popularitas di TikTok dan menjangkau audiens muda untuk menyebarkan pesan mereka.

    Ratusan akun ekstremis di TikTok terang-terangan mempromosikan informasi sesat soal Holocaust. Mereka juga mengglorifikasi Hitler dan Jerman di era Nazi.

    Bahkan, mereka terang-terangan mengatakan ideologi Nazi sebagai solusi dari masalah era modern. Akun-akun itu juga mendukung penembakan yang dilakukan atas nama supremasi kulit putih.

    Nathan Doctor yang merupakan peneliti ISD mengatakan pihaknya mulai melakukan investigasi terkait gerakan ekstremis di TikTok mulai awal tahun ini.

    Mulanya, ia menemukan akun berbau Neo-Nazi di TikTok ketika sedang melakukan riset untuk proyek lain. Dari satu akun itu, ia dengan cepat bisa menemukan banyak akun-akun lain yang menyuarakan hal serupa.

    Mereka bersinergi dengan saling mengomentari konten satu sama lain, membagikannya, dan menyebar like, sehingga membantu algoritma TikTok untuk menyebarluaskan konten tersebut ke audiens yang lebih banyak.

    Kelompok pendukung Neo-Nazi ini umumnya berdiskusi soal hal-hal teknis dan strategi perekrutan anggota via Telegram. Mereka juga membagikan video, gambar, dan audio untuk digunakan para anggota dalam menciptakan konten yang hendak dibagikan ke TikTok.

    “Kami membagikan konten di akun TikTok baru dengan followers 0 tetapi bisa menghimpun view lebih banyak ketimbang platform semacam X,” kata salah satu akun di grup Neo-Nazi di Telegram yang membahas soal jangkauan di TikTok.

    “Layanan itu [TikTok] menjangkau lebih banyak orang,” kata dia.

    Salah satu akun Neo-Nazi populer di Telegram meminta para pengikutnya membagikan konten-kontennya untuk ‘boost’ algoritma TikTok sampai viral.

    Salah satu channel Telegram dengan 12.000 pengikut mendorong para audiensnya untuk membagikan dokumenter ‘Europa: The Last Battle’ dengan konten bertema reaksi di TikTok agar film itu viral.

    Peneliti ISD menemukan banyak video di TikTok yang membubuhkan cuplikan film tersebut. Beberapa mendulang lebih dari 100.000 view.

    “Salah satu akun bahkan menghimpun hampir 900.000 view,” tertulis dalam laporan tersebut.

    Ini bukan kali pertama algoritma TikTok terdeteksi mempromosikan konten-konten ekstremis. Pada awal bulan ini, Global Network on Extremism and Technology melaporkan algoritma TikTok mempromosikan ideologi fasis ke generasi muda.

    Peneliti yang sama pada tahun lalu menemukan algoritma TikTok mempopulerkan narasi supremasi Eropa-sentris ke pengguna di kawasan Asia Tenggara.

    Menanggapi hal ini, juru bicara TikTok Jamie Favazza mengatakan pihaknya tidak menolerir perilaku ekstremis di platform di bawah naungan ByteDance tersebut.

    “Sikap kebencian, beserta organisasi dan ideologi mereka tak memiliki tempat di TikTok. Kami sudah menghapus lebih dari 98% dari konten-konten semacam ini sebelum dilaporkan ke kami,” kata dia.

    Lebih lanjut, Favazza menegaskan TikTok bekerja sama dengan para pakar untuk selalu memperbarui tren dan memperkuat keamanan di platformnya dari ideologi dan kelompok ekstremis.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Induk Tiktok ByteDance Dikabarkan Mau PHK Karyawan Tokopedia




    Next Article



    Taktik YouTube Makin Ganas Kalahkan TikTok



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.