Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ahli Fluida Ungkap Cara Musa Membelah Laut Merah
    Insight News

    Ahli Fluida Ungkap Cara Musa Membelah Laut Merah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Juli 2024Updated:27 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) dan University of Colorado di Boulder menemukan model ilmiah yang serupa dengan kisah Nabi Musa membelah Laut Merah. Mereka menggunakan simulasi komputer untuk mendapatkan jawabannya.

    Simulasi itu melakukan rekonstruksi kombinasi angin dan gelombang. Di mana cara tersebut bisa menghasilkan jembatan darat kering dalam Exodus.

    “Simulasi ini lumayan mirip dengan kisah di Exodus,” kata penulis utama studi, Carl Drews, dikutip The Guardian, Rabu (24/7/2024).

    “Perpecahan perairan dapat dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air dengan cara yang sesuai dengan hukum fisika, menciptakan jalur aman dengan air di kedua sisi dan kemudian secara tiba-tiba memungkinkan air mengalir kembali.” jelasnya.

    Simulasi komputer digunakan agar bisa menciptakan kondisi air yang membuka lahan kering. Mereka juga memanfaatkan penelitian terdahulu soal geografi kuno untuk merekonstruksi kemungkinan lokasi dan kedalaman dari saluran air di Nil.

    Drews juga tak menggunakan opsi Laut Merah sebagai lokasi. Alasannya karena lokasi tersebut membentang dari arah utara ke selatan, tidak sesuai dengan gambaran Exodus soal air yang menyapu dari satu sisi.

    Dari hasil simulasi komputer, terdapat kecepatan angin 63 meter per jam dari arah timur di atas danau di sepanjang Mediterania. Keadaan tersebut dapat menyapu air kembali ke pantai barat.

    Peristiwa tersebut membuat daratan lumpur yang luas. Akhirnya terdapat jembatan darat yang tinggi dan kering selama empat jam, membuat Bani Israil mampu melintasinya sebelum akhirnya kembali menutup dan menelan pasukan Firaun.

    Sebelumnya sebuah penelitian juga berspekulasi tsunami bisa menyebabkan mundurnya Laut Merah dengan cepat. Namun informasi itu tak sesuai dengan Alkitab, yang menyebutkan lautan terbelah dengan bertahap dalam semalam karena angin timur yang kencang.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Tren Teknologi Produk Elektronik Penuhi Perubahan Gaya Hidup Warga RI





    Next Article



    Penyebab Satelit Tidak Jatuh ke Bumi atau Lenyap di Luar Angkasa



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.