Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jumlah Pasukan Siber Pemerintah Makin Banyak, Ini Fungsi CSIRT
    Insight News

    Jumlah Pasukan Siber Pemerintah Makin Banyak, Ini Fungsi CSIRT

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Juli 2024Updated:25 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meluncurkan Tim Tanggap Insiden Siber atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) pada 18 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa tim tersebut berperan vital dalam menghadapi tantangan serangan siber.

    Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 telah mengamanatkan kegiatan pembentukan 131 CSIRT sebagai salah satu proyek prioritas strategis.

    Adapun fungsi CSIRT yakni memberikan layanan reaktif, seperti koordinasi insiden, triase insiden, resolusi insiden.

    Mereka juga memiliki fungsi memberikan layanan proaktif seperti mempublikasikan informasi kerawanan, keamanan dan tren teknologi serta melakukan audit keamanan informasi.

    Dan memberikan layanan peningkatan kualitas keamanan, melalui bimbingan teknis, workshop, cyber drill test.

    Budi menjelaskan implementasi keamanan siber dapat mengantisipasi serangan siber dengan memberi perlindungan dari ancaman pencurian dan kebocoran data serta meningkatkan kepercayaan stakeholder.

    Dengan demikian diharapkan mampu mendorong investasi serta membantu pengguna dalam menyusun sistem pertahanan siber yang lebih baik.

    “Namun, kita juga dihadapkan pada tantangan serangan siber, seperti perkembangan bentuk ancaman keamanan siber seiring munculnya teknologi baru, rendahnya pemahaman pengguna tentang urgensi keamanan siber, serta keterbatasan talenta keamanan siber.” kata Budi dalam keterangan pers yang dikutip CNBC Indonesia, Kamis (25/7/2024).

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Inovasi BTPN Kembangkan Layanan Aplikasi Perbankan Revolusioner





    Next Article



    Olimpiade Paris 2024 Terancam Chaos, Ini Biang Keroknya



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.