Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Modus Penipuan Baru Lewat WhatsApp Banyak Jerat Warga RI, Awas!
    Insight News

    Modus Penipuan Baru Lewat WhatsApp Banyak Jerat Warga RI, Awas!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Juli 2024Updated:21 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pihak Kepolisian mengungkapkan tindak kejahatan scam internasional, TPPO dan TPPU jaringan internasional. Penipuan ini menjadi kejahatan social engineering yang menjerat banyak warga Indonesia.

    Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Himawan Bayu Aji menjelaskan kejahatan ini terungkap setelah adanya pemulangan WNI yang dipekerjakan sebagai pelaku penipuan online. Pelaku itu melakukan kejahatan jaringan internasional di Dubai.

    Dari situ diketahui ada penawaran pekerjaan terkait pekerja kantor berhubungan komputer di luar negeri. Mereka ditawari gaji sebesar 3.500 dirham atau Rp 15 juta per bulan.

    Tapi tawaran itu ternyata penipuan, karena setelah sampai di lokasi pekerjaan mereka diminta menyerahkan paspor oleh seseorang yang beekrja sebagai penerjemah. Alih-alih bekerja kantoran, mereka menjadi operator untuk penipuan social engineering.

    “Kemudian dibriefing di lokasi, bahwa tugas operator mencari korban WNI dengan modus social engineering. Artinya diblasting website, mempelajari pola-polanya, untuk menawarkan investasi paruh waktu, dengan hasil yang direkayasa,” jelasnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/7/2024).

    Pelaku akan mengirimkan blasting chat lewat WhatsApp dan Telegram. Di dalam pesan tersebut ditawarkan keuntungan yang besar.

    Berikutnya korban diminta melakukan tugas dan melakukan deposit. Namun mereka akan mendapatkan kerugian setelah melakukan perintah tersebut.

    Korban akan mendapatkan keuntungan, namun akan mengalami kerugian setelah menjalankan perintah tersebut.

    Sementara itu WNI yang bekerja sebagai operator akhirnya melarikan diri. Sebab mereka merasa terancam dan tertipu, serta pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

    Himawan juga mengungkapkan jaringan penipuan itu tidak hanya ada di Indonesia. Namun juga terjadi di Thailand, India dan China.

    Pihak kepolisian berhasil menangkap empat tersangka. Satu orang WNA berinisial ZS sebagai pimpinan jaringan penipuan, dan tiga WNI yakni NSS, H dan M.

    “Direktorat Cyber Bareskrim Polri berhasil menangkap empat orang yang terdiri dari satu orang warga negara asing dan tiga orang warga negara Indonesia. NSS merupakan penerjemah dari bahasa China ke bahasa Indonesia untuk memudahkan komunikasi cara melakukan online scam,” kata dia.

    Saksikan video di bawah ini:

    Gangguan IT Global Kacaukan Layanan Penerbangan, TV & Perbankan Dunia




    Next Article



    Awas Modus Penipuan Baru Bikin Korban Tak Bisa Pulang, Ngeri!



    (fab/fab)

    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.