Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Diserang, Polri-KPK-BPK Kumpul Cari Cara Lawan Hacker
    Insight News

    RI Diserang, Polri-KPK-BPK Kumpul Cari Cara Lawan Hacker

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Juli 2024Updated:20 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Ketua Asosiasi Forensik Digital Indonesia(AFDI) Izazi Mubarok berharap ke depannya ada koordinasi antara Kementerian Kominfo, BSSN, Polri dan AFDI untuk melakukan penanganan jika ada kasus siber.

    Karena sejatinya, kasus forensik itu merupakan insiden, bukan konsentrasi hanya soal kasus PDNS saja tapi juga yang berbau digital.

    “Iya [bukan hanya kasus PDNS]. Karena memang sejatinya kasus forensik itu insiden, di sini hampir 44 persen itu ada APH aparat penegak hukum. Teman-teman dari KPK, BPK, Polri, kemudian juga penanganan audit investigasi juga ada,” kata Izazi saat ditemui di Jakarta, Kamis (18/7/2024).

    “Jadi istilahnya forensik itu enggak cuma konsentrasi soal insiden PDN doang tapi juga yang berbau digital,” imbuhnya.

    Adapun kejadian serangan ransomware pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) beberapa waktu yang lalu menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR) bagi lembaga terkait di Indonesia.

    Lebih lanjut ia berpendapat bahwa sistem keamanan siber di Indonesia tidak disiapkan untuk bisa di forensik jika ada insiden serangan ransomware seperti di PDNS.

    “Kalau boleh saya sampaikan barangkali, beberapa sistem kita itu tidak disiapkan untuk kemudian ketika ada musibah atau insiden bisa diforensik. Itu PR.” pungkasnya.

    Dalam upaya melawan para hacker yang kini makin canggih. Pemerintah, lembaga atau ahli forensik digital juga harus mengikuti zaman dan belajar “ilmu” hacker.

    Belajar jadi hacker

    Menurut Izazi, namanya investigasi forensik itu harus mengikuti perkembangan teknologi. Maka dari itu ia mengatakan kepada rekan-rekannya kalau mau jago forensik digital juga harus jago nge-hack. Tujuannya agar ahli tahu apa yang sedang ‘ngetren’ di kalangan hacker.

    “Makanya, kita sampaikan teman-teman kalau mau jago forensik juga kalau bisa jago hacking, kalau dalam hacking gitu,” kata Izazi saat ditemui usai acara diskusi Digital Forensik di Jakarta, Kamis (18/7/2024).

    Acara Digital Forensik dihadiri oleh berbagai pihak dan pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari BPK, Polri, dan KPJK.

    “Baru kita tau sebenarnya bagaimana cara mereka mengerjakan atau bagaimana bisa tahu,” imbuhnya.

    Mengenai kasus ransomware terbaru yang menyerang pusat data nasional, ia berharap ke depannya ada koordinasi antara Kementerian Kominfo, BSSN, Polri dan AFDI untuk melakukan penanganan dan lainnya.

    Karena sejatinya, kasus forensik itu merupakan insiden, bukan konsentrasi hanya soal kasus PDNS saja tapi juga yang berbau digital.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dirjen Aptika Mundur Buntut Pusat Data Nasional Diserang Hacker





    Next Article



    Pusat Data Nasional Diserang, BSSN: Respons Telkom Sesuai Prosedur



    (dem/dem)

    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.