Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Australia Lumpuh, Jenderal Jawab Dugaan Serangan Hacker
    Insight News

    Australia Lumpuh, Jenderal Jawab Dugaan Serangan Hacker

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Juli 2024Updated:20 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah layanan di Australia, termasuk bank-bank besar, outlet media dan maskapai penerbangan, mengalami gangguan informasi dan teknologi massal.

    Tak hanya di Australia, layanan ini berdampak global yang berpotensi menjadi salah satu pemadaman global terbesar yang pernah dialami negara tersebut.

    Outlet media ABC melaporkan kejadian tersebut terkait dengan perusahaan keamanan siber berbasis di AS bernama CrowdStrike, yang menyebabkan laptop Microsoft di seluruh Australia dan luar negeri mengalami gangguan Jumat (19/7/2024).

    Pemadaman global ini berdampak pada banyak perusahaan dan lembaga pemerintah Australia. Dilaporkan banyak komputer yang melakukan boot ulang dan menampilkan pesan kesalahan Layar Biru Kematian (Blue Screen of Death).

    Penyebab pemadaman ini diyakini karena pembaruan software oleh CrowdStrike yang diluncurkan awal pekan ini.

    Pemadaman listrik juga tercatat terjadi di AS dan Selandia Baru menjelang penutupan pasar di seluruh Australia.

    Koordinator Keamanan Siber Nasional Australia Letnan Jenderal Michelle McGuinness memposting pernyataan di media sosial dan mengatakan dia mengetahui adanya pemadaman tersebut.

    “Informasi kami saat ini adalah pemadaman ini berkaitan dengan masalah teknis pada platform software pihak ketiga yang digunakan oleh perusahaan yang terkena dampak,” kata dia dikutip dari ABCNet.

    “Tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa ini adalah insiden keamanan siber. Kami terus melibatkan seluruh pemangku kepentingan utama,” imbuhnya.

    CrowdStrike, sebuah perusahaan yang berbasis di AS, adalah salah satu perusahaan keamanan siber terbesar di dunia.

    Perusahaan keamanan siber Australia, CyberCX, menyatakan pihaknya mengetahui pemadaman ini dan memberikan saran kepada pelanggannya di Australia dan Selandia Baru.

    “Kami memahami bahwa hal ini disebabkan oleh masalah yang memengaruhi organisasi yang telah menginstal CrowdStrike Falcon di lingkungan TI mereka,” kata juru bicara CyberCX.

    Saat ini, CyberCX memantau situasi dan menunggu informasi yang merinci cakupan dan pemulihannya.

    “Kami akan terus mendukung pelanggan yang terkena dampak seiring perkembangan insiden ini,” ujar mereka.

     

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Inovasi BTPN Kembangkan Layanan Aplikasi Perbankan Revolusioner





    Next Article



    Kominfo Jawab Isu Pusat Data Nasional Diserang Bandar Judi Online



    (dem/dem)

    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.