Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Donald Trump Minta Taiwan Bayar ‘Jatah Preman’ ke AS
    Insight News

    Donald Trump Minta Taiwan Bayar ‘Jatah Preman’ ke AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2024Updated:18 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Mantan dan Calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Taiwan membayar “biaya keamanan” ke Amerika Serikat. Biaya tersebut sebagai kompensasi dari dukungan AS untuk industri chip di Taiwan.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Trump dalam wawancara dengan Bloomberg Businessweek. Pernyataan ini membuat saham produsen chip dari Taiwan, TSMC, anjlok pada Rabu (17/7).

    “Saya kenal baik orang-orang di sana, sangat menghormati mereka. Mereka memang mengambil sekitar 100% bisnis chip kami. Saya pikir, Taiwan harus membayar kami untuk pertahanan,” kata Trump, dilansir dari Reuters (18/7/2024). “Anda tahu, kami tidak ada bedanya dengan perusahaan asuransi. Taiwan tidak memberi kami apa pun,” imbuhnya.

    TSMC yang berbasis di Taiwan adalah perusahaan fabrikasi chip terbesar di dunia. Nyaris semua chip yang digunakan oleh komputer, smartphone, hingga mobil yang diproduksi di berbagai belahan dunia berasal dari TSMC.

    Pemasok terbesar Apple, Foxconn, juga merupakan perusahaan asal Taiwan meskipun sebagian besar pabriknya berlokasi di China.

    AS sendiri merupakan pemasok senjata terpenting bagi Taiwan, walau mereka tidak memiliki pakta pertahanan bersama seperti yang dimiliki Washington dengan pemerintah Korea Selatan dan Jepang.

    Komunike Shanghai 1972 menyatakan AS menganut kebijakan “Satu China” yang isinya antara lain adalah “AS mengakui warga China di kedua sisi Selat Taiwan merupakan bagian dari satu China dan Taiwan adalah bagian dari China.

    Namun, AS juga menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga hubungan budaya dan ekonomi dengan penduduk Taiwan. Selain itu, AS terikat oleh hukum untuk menyediakan sarana bagi Taiwan guna mempertahankan diri. 

    Pemerintah Taiwan telah menjadikan modernisasi pertahanan sebagai prioritas, termasuk mengembangkan kapal selamnya sendiri. Taiwan juga telah berulang kali mengatakan keamanan pulau itu menjadi urusan mereka sendiri.

    Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai menanggapi komentar Trump. Ia mengatakan Taiwan dan AS memiliki hubungan baik meskipun mereka masih kurang dalam hubungan formal. Ia menyebut bahwa Taiwan berdedikasi untuk memperkuat pertahanannya sendiri.

    “Taiwan terus memperkuat anggaran pertahanannya dan menunjukkan tanggung jawabnya kepada masyarakat internasional,” kata dia.

    “Kami bersedia mengambil lebih banyak tanggung jawab, kami membela negara kami dan memastikan keamanan kami sendiri,” imbuhnya.

    Kementerian luar negeri Taiwan menolak mengomentari pernyataan Trump.

    Saksikan video di bawah ini:

    Starlink Dapat Banyak Kemudahan, Pemerintah Tak Adil ke Provider Lokal





    Next Article



    Tanda Kiamat di Mana-Mana, Kini Muncul Gara-Gara Chip



    (dem/dem)

    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.