Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol & Gula Darah, Mitos atau Fakta?
    Inspiring You

    Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol & Gula Darah, Mitos atau Fakta?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 Juli 2024Updated:17 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Bawang putih adalah salah satu bumbu masakan favorit banyak orang. Tidak hanya memberi rasa khas, bawang putih juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh.

    Satu siung bawang ini mengandung mangan, Vitamin C, selenium, dan sejumlah kecil serat, kalsium, tembaga, fosfor, zat besi, Vitamin B1, Vitamin B6, dan kalium.

    Tak banyak yang tahu, bawang putih juga terbukti dapat menjaga gula darah dan kolesterol tetap terkendali. Hal itu karena adanya kandungan allicin, yakni senyawa aktif utama yang berasal dari bawang putih.

    Melansir Science Alert, sebuah meta-analisis yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Xizang Minzu di China menegaskan konsumsi bawang putih dikaitkan dengan rendahnya kadar glukosa dan beberapa jenis molekul lemak.

    Bawang putih telah lama dikaitkan dengan regulasi lipid serta kadar glukosa dalam penelitian terpisah.

    Berdasarkan penelitian secara keseluruhan, tim peneliti mengonfirmasi bahwa dampaknya tetap positif. Mereka yang memasukkan bawang putih ke dalam pola makan ditemukan memiliki kadar glukosa darah yang lebih rendah, indikator pengendalian glukosa jangka panjang yang lebih baik, lebih banyak disebut kolesterol ‘baik’ dalam bentuk lipoprotein densitas tinggi (HDL), lebih sedikit kolesterol ‘jahat’ dan menurunkan kolesterol secara keseluruhan.

    Menariknya, kadar trigliserida (lemak yang ditemukan dalam darah dan sel-sel lemak) tampaknya tidak terpengaruh.

    Meski begitu, data yang ada tidak cukup komprehensif untuk membuktikan sebab dan akibat langsung bahwa seseorang cukup mengunyah banyak bawang putih untuk mengurangi risiko penyakit jantung. 

    Percobaan yang tercakup dalam meta-analisis berkisar antara tiga minggu hingga satu tahun, dan mencakup penelitian yang menggunakan beberapa bentuk bawang putih yang berbeda yakni bawang putih mentah, ekstrak bawang putih tua, dan tablet bubuk bawang putih.

    “Hasilnya menunjukkan bahwa bawang putih memiliki efek menguntungkan pada glukosa darah dan lipid darah manusia, dan hubungannya signifikan secara statistik,” tulis para peneliti.

    Mengenai alasan adanya hubungan ini, diperkirakan bahwa berbagai bahan aktif dalam bawang putih membantu dalam berbagai cara, termasuk dengan mengurangi stres oksidatif sejenis kerusakan pada sel yang dapat menyebabkan masalah seperti penyakit kardiovaskular.

    “Studi ini memberikan ide-ide baru untuk pengembangan produk alami melawan penyakit yang berhubungan dengan metabolisme glikolipid,” tulis para peneliti.

    Saksikan video di bawah ini:

    Argentina Juara Copa America 2024, Menang Tipis 1-0 Lawan Kolombia





    Next Article



    Kolesterol Naik setelah Buka Puasa? Segera Bikin 8 Minuman Ini



    (hsy/hsy)

    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.