Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Cara Menkes Untuk Tambah Jumlah Dokter di Indonesia
    Insight News

    Ini Cara Menkes Untuk Tambah Jumlah Dokter di Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Februari 2022Updated:9 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jumlah dokter di Indonesia ternyata tidak banyak. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin punya caranya sendiri untuk menambal kekurangan ini.

    Budi bercerita di Jerman, ada 5 dokter untuk 1000 orang. Sementara di Indonesia hanya 0,67 dokter untuk 1000 penduduknya.

    “Kita butuh 120 ribu dokter, dokter per tahunnya hanya 12 ribu. Kita punya 10 tahun. Kembali ke 5 tahun lalu juga butuh 10 tahun jadi kita tidak bergerak,” jelasnya dalam Mandiri Investment Forum 2022, Rabu (9/2/2022).

    Dia mengatakan Indonesia harus meningkatkan jumlah dokter. Salah satunya yang paling mudah memastikan semua dokter terdaftar, termasuk yang belum berpraktik.

    “Saya sasar ada banyak sarjana dokter yang tidak berpraktek. 20 tahun lulus dari UGM dan UI saya bandingkan dengan izin berapa orang yang tidak praktik dan didorong untuk praktik,” kata Budi.

    Penambahan jumlah dokter ini juga harus diikuti dengan peningkatan faktor pendukungnya. Dimulai dengan menggandakan kapasitas fakultas kedokteran di kampus-kampus.

    Budi mengatakan butuh banyak lobby terkait hal ini dari tingkat kementerian dan dekan di fakultas tersebut. Dia berharap pihak sekolah bisa melakukan permintaannya itu.

    Mengikuti penggandaan kapasitas sekolah, rumah sakit juga harus melakukan hal yang sama. Sebab dia menuturkan dokter berbeda dengan pekerjaan lain, sebab butuh praktik dan tidak bisa di sekolah namun harus di rumah sakit.

    “Jadi kita harus membuka cukup rumah sakit untuk bisa belajar. Kami juga mekanisme spesial, rumah sakit yang membuka dirinya untuk pendidikan dokter akan mendapatkan insentif keuangan,” ungkapnya.

    Untuk distribusi, Budi mengatakan akan ada beasiswa khusus untuk dokter di daerah terpencil. Menurutnya, tidak bisa memaksakan dokter di suatu wilayah pindah ke daerah lain.

    Dengan satu kondisi para penerima beasiswa harus kembali ke daerah asalnya setelah mereka lulus dari fakultas kedokteran.

    “Setiap ibu akan senang anaknya jadi dokter. Jadi saya akan pergi ke Papua pergi ke sekolah terbaik di Papua dan siapa 3 besar mendapatkan beasiswa untuk fakultas kedokteran,” ujar Budi.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.