Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wilayah RI Dingin Menggigil di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Alasannya
    Insight News

    Wilayah RI Dingin Menggigil di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Juli 2024Updated:16 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa wilayah RI mengalami suhu dingin di kala musim kemarau. Fenomena ini disebut dengan istilah ‘bediding’ atau ‘mbedhidhing’.

    Beberapa wilayah yang warganya merasakan hawa dingin di malam hingga pagi hari adalah Surabaya, Jawa Timur, hingga Bali, menurut laporan CNN Indonesia.

    Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto menjelaskan, fenomena suhu dingin menjelang puncak musim kemarau di bulan Juli-Agustus, terkadang bisa sampai September.

    Kondisi ini disebabkan Angin Monsun Australia yang bertiup menuju Benua Asia melewati Wilayah Indonesia dan perairan Samudera Hindia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih rendah (dingin).

    “Angin Monsun Australia ini bersifat kering dan sedikit membawa uap air, apalagi pada malam hari di saat suhu mencapai titik minimumnya. Selanjutnya mengakibatkan suhu udara di beberapa wilayah di Indonesia terutama wilayah bagian Selatan Khatulistiwa terasa lebih dingin,” kata dia kepada CNBC Indonesia, Selasa (16/7/2024).

    “Orang Jawa menyebutnya mbedhidhing,” ujar Guswanto.

    Dia menambahkan, kondisi suhu lebih dingin tidak berkaitan dengan clear sky atau kondisi langit tanpa awan.

    Guswanto menjelaskan suhu dingin memiliki ukuran. Misalnya, ketika suhu normal malam hari 21-23 derajat Celcius, lalu pada bulan Juli-Agustus bisa 17-19 derajat Celcius.

    Sebagai informasi, BMKG mencatat, sebanyak 43% Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau. Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatra Utara, sebagian Riau, sebagian Sumatra Selatan, sebagian Lampung, sebagian Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, dan sebagian Papua Selatan.

    Dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Juli 2024, BMKG memprediksi suhu rata-rata permukaan berkisar 22-27°C dan diprediksi hingga Dasarian I Agustus 2024 berkisar 24 – 28°C. Dengan prediksi suhu minimum berkisar 22 – 25°C dan prediksi suhu maksimum berkisar 28 – 34°C.

    “ZOM yang diprediksi akan masuk musim kemarau pada periode Juli II – Agustus I 2024 adalah sebagian Sumatra Selatan, sebagian Bangka Belitung, sebagian kecil Kalimantan Barat, sebagian kecil Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Utara, Sebagian Maluku Utara dan Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian Papua,” tulis BMKG.

    Saksikan video di bawah ini:

    Amankan Data & Transaksi Nasabah, Ini Jurus Bank Lawan Serangan Siber

    (fab/fab)

    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.