Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terkuak Taktik Licik Apple Raup Untung Gede
    Insight News

    Terkuak Taktik Licik Apple Raup Untung Gede

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Juli 2024Updated:16 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Komisi Persaingan India (CCI) membongkar taktik Apple agar bisa meraup keuntungan besar. Yakni dengan menyalahgunakan posisinya dalam pasar aplikasi.

    Laporan CCI menyebutkan Apple memaksa pengembang menggunakan sistem pembelian dalam aplikasi miliknya. Reuters melaporkan laporan tersebut tertera pada dokumen setebal 142 hal dan disebut Apple memiliki ‘pengaruh yang signifikan’.

    CCI mengatakan posisi Apple membuat pengembang aplikasi harus mematuhi ketentuan produsen iPhone. Sebab pengembang membutuhkan ekosistem iOS milik Apple.

    “Apple App Store merupakan mitra dagang yang tidak bisa dihindari untuk pengembang aplikasi, akibatnya pengembang aplikasi tidak punya pilihan selain mematuhi ketentuan Apple yang tidak adil. Termasuk wajib menggunakan sistem penagihan dan pembayaran Apple,” kata CCI dalam laporan 24 Juni 2024 lalu, dikutip dari Reuters, Senin (15/7/2024).

    Kasus ini pertama kali diajukan oleh kelompok nirlaba bernama Together We Fight Society. Mereka mengatakan biaya aplikasi Apple mencapai 30%, telah merugikan persaingan yakni menaikkan biaya untuk pengembang dan pelanggan.

    Berikutnya Alliance of Digital India Foundation dan Match juga mengajukan kasus serupa. Semua pengajuan itu disidangkan bersama-sama.

    Tim investigasi CCI mengatakan Apple tidak mengizinkan pemroses pembayaran pihak ketiga untuk melakukan layanan pembelian dalam aplikasi. Selain itu, aplikasi dilarang memasukkan link eksternal untuk pengguna bisa melakukan sistem lain.

    Apple membantah soal laporan itu. Perusahaan menjelaskan Android lebih dominan dari Apple yang disebut sebagai pemain kecil di India.

    Mengutip pengajuan ke CCI, Apple menyebut pangsa pasarnya hanya 0-5% di India. Sementara Google menguasai hampir 100% pengguna di negara tersebut.

    Terkait pembayaran, Apple menyebutnya sebagai upaya menjaga keamanan. Selain juga melakukan pengembangan pada toko aplikasi App Store milik perusahaan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Amankan Data & Transaksi Nasabah, Ini Jurus Bank Lawan Serangan Siber





    Next Article



    Ketemu Jokowi Besok 9.30 WIB, Bos Apple Bahas Investasi di RI



    (fab/fab)

    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.