Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jerman Ikut Jejak Amerika Blokir China
    Insight News

    Jerman Ikut Jejak Amerika Blokir China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Jerman mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) yakni memblokir perusahaan telekomunikasi dari China. Produk jaringan 5G dari perusahaan China seperti Huawei dan ZTE akan dilarang mulai tahun 2029.

    “Kami kini telah mencapai kesepakatan yang jelas dan ketat dengan perusahaan telekomunikasi,” kata Menteri Dalam Negeri dan Komunitas Federal Nancy Faeser, dikutip dari Reuters, Jumat (12/7/2024).

    Ia pun mengapresiasi kesepakatan itu sebagai perlindungan penting bagi keamanan digital di ekonomi terbesar di Eropa.

    Kesepakatan ini merupakan hasil pembicaraan antara Kementerian Dalam Negeri dengan operator lokal, yakni Deutsche Telekom, Vodafone, dan Telefonica Deutschland. Langkah ini diambil bertujuan untuk melindungi infrastruktur penting Jerman dari China yang dinilai mengancam keamanan nasional.

    Faeser mengatakan Berlin telah memberi tahu Beijing tentang perjanjian tersebut dan tidak menginginkan adanya pembalasan atas pembatasan yang direncanakan terhadap teknologi China.

    Namun, Kedutaan Besar China di Jerman mengatakan jika Huawei diblokir atau dikecualikan, hal itu bukan tanpa konsekuensi, seraya menyebut rencana Berlin sebagai “upaya kejam” untuk menekan persaingan dan mempromosikan teknologinya sendiri.

    “Dugaan adanya risiko terhadap keamanan jaringan hanya berfungsi sebagai dalih. Faktanya: belum ada negara yang memberikan bukti konklusif sejauh mana peralatan Huawei menimbulkan risiko keamanan,” kata pihak Kedutaan Besar China di Jerman.

    Pemerintah Jerman tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang perjanjian tersebut.

    Penghapusan bertahap yang direncanakan, dilaporkan oleh Reuters, dimulai dengan tahap pertama di mana operator akan menghapus teknologi buatan China dari jaringan inti pusat data 5G negara itu pada tahun 2026.

    Pada tahap kedua, pembuat komponen Tiongkok seperti antena, saluran transmisi, dan menara akan dihilangkan pada tahun 2029.

    Jerman sendiri dianggap lamban dalam menerapkan langkah-langkah keamanan Uni Eropa untuk jaringan 5G.

    Operator telekomunikasi setempat sering kali menentang upaya Berlin untuk mendorong penghentian bertahap Huawei. Sementara Huawei menolak klaim yang menyebut “politisasi” keamanan siber di negara Jerman.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: China Tolak Sanksi AS Terkait Teknologi AI




    Next Article



    5 Alasan iPhone 15 Tak Laku, Modal Gengsi Apple Mulai Pudar



    (haa/haa)

    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.