Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ibu Hamil Aman Divaksin Covid-19? Ini Hasil Penelitiannya
    Insight News

    Ibu Hamil Aman Divaksin Covid-19? Ini Hasil Penelitiannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Februari 2022Updated:9 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meski sudah diberikan dalam dua tahun terakhir, masih banyak pertanyaan terkait pemberian Covid-19. Seperti amankah pemberian vaksin pada ibu hamil?

    Salah satu negara yang menggunakan vaksin Sinovac, Brazil memberikan vaksin Covid-19 tersebut pada ibu hamil. Ada sekitar 272 ribu dosis yang diberikan pada kelompok tersebut periode April-Agustus 2021.

    Studi dilakukan pada periode tersebut. Vice President Sinovac Biotech, Weining Meng menyebutkan vaksin aman diberikan pada wanita hamil.

    Dari penelitian lain juga memperlihatkan antibodi setelah vaksinasi pada ibu hamil dikirim juga pada anak mereka. “Salah satu penelitian lain di Brazil pada paruh pertama di Brazil menemukan bahwa antibodi setelah vaksinasi dapat kemudian ditransfer ibu hamil ke bayinya,” jelas Weining, Selasa (8/2/2022).

    Selain itu pemberian vaksin pada orang dengan penyakit kronis juga telah dilakukan. Ini dilakukan oleh Zijie Zhang dari Yunnan University.

    Studi ini mengevaluasi dampak vaksin pada pasien dengan berbagai macam penyakit kronis. Mulai dari jantung, penyakit terkait pernapasan, diabetes dan kanker.

    Hasilnya reaksi pada penerima vaksin masuk dalam kategori ringan. Bahkan dampak lebih berat tidak ditemukan setelah vaksin diberikan pada mereka dengan penyakit kronis tersebut.

    “Hasilnya menjanjikan 13-18% sebagian besar sifatnya ringan masuk level 1 beberapa masuk level 2. Dampak lebih berat tidak ditemukan,” ungkapnya.

    Studi tersebut juga membandingkan pada kelompok orang sehat yang diberikan vaksinasi. Hasilnya tidak ada perbedaan signifikan pada mereka dengan penyakit kronis.

    Weining mengatakan ini menunjukkan CoronaVac Sinovac aman digunakan bagi kelompok masyarakat yang berisiko tinggi. “Dalam hal ini CoronaVac merupakan jenis inactivated aman untuk risiko tinggi lansia dan punya penyakit kronis,” kata Weining.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.