Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BAKTI Ungkap Alasan Tidak Tambah Lokasi BTS Baru
    Insight News

    BAKTI Ungkap Alasan Tidak Tambah Lokasi BTS Baru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juli 2024Updated:12 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) mengungkap bahwa mereka tidak ada rencana menambah lokasi Base Transceiver Station (BTS) baru hingga akhir 2024.

    Sepanjang sisa tahun ini, BAKTI hanya akan fokus menyelesaikan sisa BTS yang belum dibangun. Adapun jumlah yang ditargetkan untuk dibangun sebanyak 630 BTS yang berlokasi di daerah kahar.

    “Terkait tahun 2024 ini memang kita fokus penyelesaian BTS yang ada yang menjadikan target kita,” ujar Plt Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha BAKTI Yulis Widyo Marfiah saat acara Ngopi Bareng di Kantor Kementerian Kominfo, Jumat (12/7/2024).

    “Keseluruhan total kurang lebih 5618 lokasi terkait BTS yang disediakan dengan mekanisme aset yang dimana 630 lokasi itu masih kondisi kahar yang kita selesaikan sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.

    Keputusan ini diambil Bakti dengan mempertimbangkan beberapa hal, sepreti kebijakan fiskal, ketersediaan anggaran yang ada, dan target yang ada di kontrak.

    Terkait dengan anggaran yang ada saat ini, ia menyebut, Bakti sangat minim diberikan kebijakan fiskal anggaran oleh Kementerian Keuangan. Mereka hanya memiliki dana USO ditambah ada PNBP non-USO yang secara jumlah tidak sama seperti tahun sebelumnya.

    “Karena di setiap pengusulan anggaran dari tahun 2024 diusulkan di tahun 2023 kemarin. Seperti kita ketahui bersama, pemerintah saat itu lebih fokus ke IKN dan segala macam yang harus diselesaikan,” terangnya.

    BAKTI sendiri mencoba untuk meningkatkan kerjasama dengan badan usaha, di mana nantinya diharapkan pengeluaran investasi yang dilakukan oleh BAKTI bisa menurun.

    “Dan saat ini pun juga sedang mencoba dilakukan kajian dengan teman-teman Mckinsey bagaimana exit strategy dari program-program yang berjalan ini, yang nantinya diharapkan tetap sustain tapi tidak mengurangi investasi atau anggaran pemerintah yang dikeluarkan,” jelas Yulis.

    “Kita harapkan nanti kedepannya bisa ada solusi yang terbaik yang tentunya di peran dari bakti itu sendiri melalui badan usaha ini juga penting untuk mengeksplor, mengkolaborasi dan mensinergikan dengan teman-teman industri.” imbuhnya.

    Saksikan video di bawah ini:

    Bisnis Startup Gaji Instan Mulai Berkembang, Seberapa Menjanjikan?





    Next Article



    Internet 100 Mbps di RI, Bos BAKTI Kominfo: Itu Bukan Target Final



    (fab/fab)

    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.