Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Biar Paham! Ini Perbedaan Vaksin Sinovac dan Pfizer
    Insight News

    Biar Paham! Ini Perbedaan Vaksin Sinovac dan Pfizer

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Februari 2022Updated:9 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah sudah menyelenggarakan program vaksinasi sejak tahun lalu. Ada dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di tanah air, yaitu vaksin Sinovac dan vaksin Pfizer.

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan vaksin berfungsi untuk mengurangi risiko terinfeksi Covid-19, serta mengurangi perawatan dan kematian, seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (8/2/2022).

    Lantas di mana perbedaan vaksin Sinovac dan Pfizer yang digunakan untuk melawan Covid-19?

    Perbedaan mendasar dari kedua jenis vaksin ini adalah platform yang digunakan. Sinovac menggunakan platform incativated virus. Menurut Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Bio Farma, Bambang Heriyanto, vaksin Sinovac hanya mengandung virus yang sudah dimatikan. Kemudian Aluminium hidroksida (booster), larutan fosfat (stabilizer) dan larutan garam natrium klorida (isotonis).

    “(Vaksin ini) tidak mengandung sama sekali virus hidup atau yang dilemahkan, Ini diketahui cara paling umum dalam membuat vaksin,” ujarnya dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

    Vaksin ini bisa disimpan di sebuah ruang pendingin khusus dengan suhu antara 2-8 derajat Celcius. Soal kemanjuran dan efektivitas hingga kini Sinovac belum mengumumkannya.

    Dalam permohonan penggunaan izin ke otoritas kesehatan Brasil, Avisa, vaksin ini memiliki kemanjuran antara 50% hingga 90%. Angka ini masih di atas standar World Health Organization (WHO) yang mensyaratkan kemanjuran vaksin minimal 50%.

    Adapun vaksin Pfizer menggunakan messenger RNA, atau mRNA. mRNA adalah kode genetik yang memberi tahu sel cara membuat protein dan ditemukan di lapisan luar virus corona baru, menurut para peneliti di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute.

    MRNA menginstruksikan mekanisme seluler tubuh sendiri untuk membuat protein yang meniru protein virus, sehingga menghasilkan respons imun. Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, vaksin Pfizer memiliki kemanjuran sebesar 94%.

    Vaksin Pfizer/BioNTech butuh perlakuan lebih khusus. Vaksin ini harus disimpan dalam lemari pendingin bersuhu minus 70 derajat Celcius dan hanya mampu bertahan selama lima hari.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.