Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Baru Muncul di Eropa, Ikan Hilang dari Laut
    Insight News

    Tanda Kiamat Baru Muncul di Eropa, Ikan Hilang dari Laut

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Juli 2024Updated:11 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Eropa kehabisan stok ikan laut sehingga harus mengandalkan pasokan impor. Ilmuwan menyatakan ikan yang mulai menghilang dari Laut Mediterania adalah salah satu tanda “kiamat” pemanasan global.

    Setiap tahun, Uni Eropa menetapkan Batas Tangkapan Total untuk ikan laut di wilayah ekonomi tersebut. Batas tersebut mengatur batas berat tiap jenis ikan yang boleh ditangkap untuk menjaga keberlanjutan (sustainability). Namun, pemerintah Eropa tidak mengatur batasan konsumsi ikan.

    Analisis WWF, organisasi satwa dunia, menyatakan konsumsi ikan Uni Eropa yang ditangkap dari Laut Mediterania sudah mencapai batas tahunan. Jika ingin tetap memakan ikan, warga Italia dan negara lain di selatan Eropa harus mengimpor dari luar Uni Eropa.

    Secara rata-rata, tiap warga Uni Eropa memakan 34 kilogram ikan setiap tahun. Di wilayah Mediterania, termasuk Italia, konsumsi ikan per orang lebih tinggi yaitu 33 kilogram per tahun.

    Namun, permasalahan ikan di Mediterania bukan disebabkan oleh konsumsi yang tinggi. WWF menyatakan ikan juga mulai “lenyap” di Laut Meditarania akibat “kiamat” pemanasan global akibat perubahan iklim.

    Ukuran ikan yang ditangkap di Laut Mediterania makin kecil akibat penangkapan berlebihan (overfishing) selama berdekade-dekade. Suhu laut yang lebih panas akibat perubahan iklim mengundang datangnya spesies yang tidak hanya memakan ikan lokal, tetapi juga menjadi pesaing mencari makan. Akibatnya, banyak spesies ikan lokal yang pindah ke perairan lain yang iklimnya lebih nyaman.

    Faktor penyebab overfishing tidak hanya menangkap terlalu banyak ikan, tetapi juga menangkap terlalu banyak ikan yang masih kecil. Jika ikan kecil ditangkap sebelum bisa berkembang biak, populasi ikan bakal menyusut makin cepat.

    Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, overfishing berujung kepada krisis populasi tuna bluefin di Laut Mediterania. Setelah krisis tersebut, Uni Eropa menerapkan manajemen penangkapan lewat kuota dan larangan menangkap ikan yang belum dewasa.

    Giulia Prato dari WWF Italia mendorong warga Eropa untuk ganti memakan ikan musiman atau spesies hasil laut yang tidak populer seperti kerang dan teri. Spesies yang terancam antara lain adalah udang, sarden, dan belanak.

    Saksikan video di bawah ini:

    Bisnis Startup Gaji Instan Mulai Berkembang, Seberapa Menjanjikan?





    Next Article



    Banyak Tanda Kiamat Sudah Dekat, Simak 10 Cara Supaya Selamat



    (dem/dem)

    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.