Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aturan Baru, Dilarang Serang Zionis di Facebook dan Instagram
    Insight News

    Aturan Baru, Dilarang Serang Zionis di Facebook dan Instagram

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Juli 2024Updated:11 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Meta punya aturan baru soal konten yang menyerang zionis. Perusahaan melarang konten tersebut dalam platform anak usahanya Facebook dan Instagram.

    Dalam unggahan blog terbarunya, Meta memastikan akan menghapus konten yang terdeteksi menyerang zionis. Termasuk juga menggunakan stereotip antisemit atau melakukan intimidasi dan kekerasan pada zionis, dikutip dari Reuters, Rabu (10/7/2024).

    Sebagai informasi, zionis sendiri merujuk pada orang Yahudi dan Israel, bukan pada pendukung gerakan politik. Kebijakan itu melarang serangan pada orang dengan karakteristik yang dilindungi, seperti ras, etnis, afiliasi agama, disabilitas, dan gender.

    Pembaruan itu terjadi saat Meta terus dikritik soal penanganan konten terkait Timur Tengah selama bertahun-tahun.

    Kelompok hak asasi manusia juga menuduh perusahaan menekan konten dukungan bagi Palestina di Facebook dan Instagram.

    Bukan hanya Meta, YouTube juga dikritik soal konten yang menyangkut perang Israel dan Palestina. Misalnya video lagu HarduDarbu dari duo rap Ibrani Ness dan Stilla.

    Banyak orang yang menganggap lagu itu itu penuh kebencian dan kekerasan untuk masyarakat Palestina. Namun Youtube masih mempertahankan videonya dan tidak menghapusnya sama sekali.

    Meski banyak kritikan, YouTube tetap pada pendirian. Menurut platform, lagu itu menyasar pada Hamas bukan warga Palestina.

    Juru bicara YouTube Jack Marlon juga membantah pihaknya membedakan konten tertentu. Dia mengklaim YouTube telah menghapus puluhan ribu video setelah konflik tersebut terjadi.

    “Kami menghapus puluhan ribu video sejak konflik dimulai. Beberapa merupakan keputusan sulit dan kami tidak menganggap enteng, berdebat untuk hasil yang tepat,” jelasnya.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Strategi Indosat Maksimalkan Konektivitas di Indonesia




    Next Article



    Israel Dipaksa Buka-Bukaan Senjata Pemusnah Gaza, Biden Terseret



    (fab/fab)

    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.