Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Sudah Lebih Maju dari Amerika, Data Ungkap Fakta Mengejutkan
    Insight News

    China Sudah Lebih Maju dari Amerika, Data Ungkap Fakta Mengejutkan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Juli 2024Updated:10 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Survei terbaru menunjukkan China memimpin dalam hal adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Popularitas AI-generatif makin moncer sejak kemunculan ChatGPT buatan OpenAI pada 2022 lalu.

    Raksasa teknologi di berbagai belahan dunia pun berlomba-lomba mengadopsi teknologi AI. China dan AS menjadi dua negara yang paling ketat bersaing mendominasi sektor AI.

    Namun, survei dari 1.600 pemangku kebijakan yang dilakukan perusahaan software analitik AI dari AS, SAS dan Coleman Parkes Research, menunjukkan 83% responden dari China mengaku menggunakan AI-generatif.

    Angka itu lebih tinggi dari 16 negara lain yang menjadi subjek riset. Misalnya Amerika Serikat (AS) yang respondennya cuma 65% mengaku sudah mengadopsi AI-generatif.

    Rata-rata adopsi AI-generatif secara global cuma 54%, dikutip dari Reuters, Rabu (10/7/2024).

    Industri yang disurvei antara lain di sektor perbankan, asuransi, jaminan kesehatan, telekomunikasi, manufaktur, ritel, dan energi.

    Hasil ini membuktikan China unjuk gigi dalam mengembangkan AI, di tengah maraknya penjegalan dari AS dan negara-negara sekutu.

    Saat ChatGPT meluncur 2022 lalu, raksasa teknologi China langsung gaspol mengembangkan layanan serupa di negara mereka.

    China Menang Paten AI

    Pekan lalu, laporan dari Badan Kekayaan Intelektual PBB menunjukkan China juga memimpin soal paten AI-generatif. China mendaftarkan 38.000 paten dalam periode 2014-2023.

    Angka itu jauh lebih tinggi ketimbang AS yang hanya mendaftarkan 6.276 paten pada periode serupa.

    Banyak layanan AI global seperti OpenAI yang dilarang di China. Namun, kemampuan China mengembangkan layanan serupa berkat raksasa teknologi seperti ByteDance dan startup Zhipu, membuat mereka mampu bersaing di kancah global.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Strategi Indosat Maksimalkan Konektivitas di Indonesia




    Next Article



    Taktik AS Hancurkan Xi Jinping Terungkap Lewat Media Sosial



    (fab/fab)

    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.