Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Karyawan Microsoft di China Wajib Pakai iPhone, Ada Apa?
    Insight News

    Heboh Karyawan Microsoft di China Wajib Pakai iPhone, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Juli 2024Updated:9 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Microsoft dilaporkan mewajibkan semua karyawan yang berbasis di China untuk menggunakan iPhone di lingkungan kerja. Kebijakan ini dikatakan berlaku mulai September 2024 mendatang.

    Hal ini dilaporkan pertama kali oleh Bloomberg pada awal pekan ini, berdasarkan memo internal yang bocor.

    Dalam memo tersebut, Microsoft menginformasikan ke ratusan pekerja di China bahwa mereka harus memverifikasi identitas melalui tool Microsoft Authenticator dan aplikasi Identity Pass yang tersedia pada perangkat Apple.

    Pada November lalu, Microsoft mengatakan akan meningkatkan keamanan internalnya di bawah program global Secure Future Initiative, dikutip dari Business Insider, Selasa (9/7/2024).

    Lantas, kenapa karyawan Microsoft di China tak boleh pakai HP Android? Hal ini menyangkut aplikasi-aplikasi di dalam sistem operasi Android.

    Microsoft kabarnya telah memblokir akses karyawan ke platform perusahaan jika menggunakan perangkat Android.

    Sebab, layanan mobile Google termasuk toko aplikasi PlayStore tak tersedia di China. Alhasil, hanya toko aplikasi App Store milik Apple yang bisa dimanfaatkan karyawan Microsoft di China untuk men-download Microsoft Authenticator dan Identity Pass.

    Microsoft mengatakan para pekerja di China masih bisa menggunakan ponsel Android mereka untuk kebutuhan personal. Lebih lanjut, perusahaan akan mengakomodir karyawan dengan iPhone 15 untuk kerja.

    Keputusan untuk memperketat keamanan internal menyusul maraknya serangan hacker China dan Rusia. Pada Maret lalu, laporan keamanan siber dari AS mengatakan Microsoft menjadi salah satu target sasaran hacker dari China dan Rusia.

    “Insiden baru-baru ini menunjukkan kami perlu mengadopsi budaya baru untuk meningkatkan keamanan engineering di jaringan kami,” ia menuturkan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Nvidia Salip Apple & Microsoft Jadi Perusahaan Terbesar Dunia





    Next Article



    Video: Infinix Hot 40 Pro, HP Murah Buat Game Beneran Anti Ngelag?



    (fab/fab)

    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.