Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Biang Kerok Kiamat Makin Dekat, Ini Buktinya
    Insight News

    Google Biang Kerok Kiamat Makin Dekat, Ini Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juli 2024Updated:9 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Emisi gas rumah kaca Google melonjak hampir 50 persen dari 2019. Salah satu penyebab utamanya adalah pengembangan pusat data (data center) yang dilakukan oleh perusahaan.

    Dalam sebuah laporan, emisi Google mencapai 48% dalam rentang waktu tersebut. Google menjelaskan konsumsi listrik di pusat data menyebabkan peningkatan itu. Selain juga karena adanya emisi rantai pasokan, dikutip dari The Guardian, Jumat (5/7/2024).

    Bukan hanya itu, peningkatan emisi tahunan Google juga cukup tinggi. Yakni meningkat 13% pada 2023 dari tahun sebelumnya menjadi 14,3 juta metrik ton.

    Capaian ini cukup berat memenuhi keinginan emisi nol pada 2030. Google mengakui bahwa hal tersebut tidak akan mudah.

    “Ketidaksignifikan mencapai target itu termasuk ketidakpastian terkait dampak lingkungan masa depan AI, yang sangat kompleks dan sulit diprediksi,” jelas Google.

    Pusat data memiliki peranan penting dalam pengembangan AI. Yakni untuk mengoperasikan model pendukung AI seperti Gemini yang dimiliki Google.

    Namun penggunaannya juga menghadapi risiko menggunakan listrik terlalu banyak. Badan Energi Internasional menyebut total konsumsinya untuk pusat data bisa mencapai 1.000 Twh (terawatt per jam) pada 2026, sama seperti permintaan listrik untuk Jepang.

    Peningkatan konsumsi listrik terus bertambah. Bahkan 2030, riset dari SemiAnalysisi mengatakan AI membuat pusat data menggunakan 4,5% dari pembangkit listrik global.

    Penggunaan listrik berlebih ini juga jadi kekhawatiran Microsoft. Menurut raksasa teknologi, penggunaan energi di pusat data bisa membahayakan target negatif karbon tahun 2030.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: ANT Group Paparkan Urgensi “Super App” Bagi Korporasi


    (fab/fab)

    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.