Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Astronom Temukan Sumber Air Terbesar di Luar Angkasa, Ini Lokasinya
    Insight News

    Astronom Temukan Sumber Air Terbesar di Luar Angkasa, Ini Lokasinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Juli 2024Updated:6 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sumber air terbesar di luar angkasa baru saja ditemukan. Disebutkan, sumber air itu volumenya sampai 140 triliun kali gabungan semua air di bumi.

    Adalah 2 tim astronom yang menemukan hal luar biasa tersebut. Lokasi temuan ini ada di sekitar lubang hitam kolosal yang dikenal sebagai quasar. Posisinya lebih dari 12 miliar tahun cahaya jauhnya, sehingga memberikan wawasan unik tentang tahap awal alam semesta ketika baru berusia 1,6 miliar tahun.

    Kuasar di pusat penemuan ini, diberi nama APM 08279+5255, menyimpan lubang hitam supermasif yang massanya 20 miliar kali lebih besar dari matahari. Yang memancarkan energi yang setara dengan 1.000 triliun matahari.

    “Ini adalah demonstrasi lain bahwa air tersebar luas di seluruh alam semesta, bahkan pada saat-saat paling awal,” kata Ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA Matt Bradford, dikutip dari detik, Sabtu (5/7/2024).

    Menurutnya, pengungkapan temuan lokasi sumber air sangat penting, menekankan implikasinya untuk memahami prevalensi air di kosmos.

    Tim astronom, termasuk tim Bradford, mempelajari dan mendeteksi beberapa tanda spektral dari massa air yang sangat besar.

    Demi untuk mengungkap misteri alam semesta yang jauh, para astronom mengusulkan pembangunan teleskop 25 meter di Gurun Atacama di Chili , yang awalnya bernama Teleskop Cerro Chajnantor Atacama (CCAT).

    Namun kemudian proyek ini berganti nama menjadi Teleskop Submilimeter Fred Young (FYST) pada tahun 2020. Disebutkan, pembangunan FYST hampir selesai, dan ‘cahaya pertama’ diharapkan bisa dideteksi pada tahun 2025.

    Penemuan uap air di alam semesta awal belum pernah ada. Sehingga, temuan ini menjadi tonggak penting dalam pemahaman astronomi. Sebagai catatan, sumber air yang ditemukan di tempat lain di galaksi Bima Sakti, sebagian besar membeku dalam wujud es.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tantangan & Peluang Layanan Super Apps Perbankan di RI





    Next Article



    NASA Blak-blakan Amerika Takut China Sampai Duluan di Bulan



    (dce/dce)

    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.