Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Bikin China Krisis, Huawei Buka Suara
    Insight News

    Joe Biden Bikin China Krisis, Huawei Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2024Updated:6 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden tak gentar menjegal China dalam mengembangkan chip canggih untuk teknologi kecerdasan buatan (AI). Aturan yang makin ketat untuk memblokir akses chip canggih ke China sudah dirasakan dampaknya.

    CEO Huawei Cloud, Zhang Ping’an, mengakui China mengalami krisis kekuatan komputasi karena batasan-batasan yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Namun, ia menolak untuk menyerah.

    “Tak ada yang mengelak bahwa kita menghadapi keterbatasan kekuatan komputasi di China. Namun, kita tak boleh hanya bergantung pada chip-chip AI dengan proses manufaktur canggih dalam membangun fondasi infrastruktur AI,” kata dia dalam gelaran World AI Conference di Shanghai, dikutip dari Reuters, Jumat (5/7/2024).

    “Jika kita percaya bahwa tidak memiliki chip AI canggih berarti kita tak bisa memimpin inovasi AI, maka mindset itu harus diubah,” ia melanjutkan.

    Huawei telah masuk daftar hitam AS sejak 2019. Namun, Huawei akhirnya berhasil membangun kemandirian teknologi. Salah satunya dengan mengembangkan sendiri chip AI yang dinamai ‘Ascend’.

    Saat ini, chip AI tersebut digunakan untuk melatih model-model AI bagi banyak perusahaan China.

    Kendati demikian, Ascend dianggap masih jauh di bawah chip buatan Nvidia asal AS dalam hal kekuatan komputasi yang diberikan.

    Menurut Zhang, perlu dilakukan pendekatan inovasi yang fokus pada cloud. Hal ini, kata dia, bisa menjadi kompensasi atas ketiadaan chip AI canggih di China.

    Ia juga mengatakan perlu ada penggabungan teknologi antara cloud dan jaringan untuk mengembangkan inovasi tanpa harus mengonsumsi energi yang besar. Menurut dia, ini adalah solusi efisiensi dan inovasi yang berjalan bersamaan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tantangan & Peluang Layanan Super Apps Perbankan di RI




    Next Article



    China Makin Canggih, Joe Biden Bereaksi Bayar Rp 171 T



    (fab/fab)

    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.