Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ancaman Hacker Menggila, Ratusan Server Langsung Diblokir
    Insight News

    Ancaman Hacker Menggila, Ratusan Server Langsung Diblokir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2024Updated:5 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Europol melakukan pencegahan dampak peretasan. Mereka menutup 593 server Cobalt Strike yang menjadi saluran masuk hacker ke jaringan korban.

    Sepanjang satu minggu akhir bulan lalu, otoritas setempat berhasil mengidentifikasi alamat IP terkait serangan tersebut. Penyedia layanan juga telah diinformasikan untuk mematikan tools yang tidak berlisensi.

    Europol mengatakan alat tidak sah itu menjadi sasaran para peretas. Setidaknya ada 690 IP adress ditandai pada penyedia layanan online di 27 negara.

    “Versi lama, versi tidak berlisensi alat tim merah Cobalt Strike menjadi target selama seminggu dari aksi koordinasi Europol pusat antara 24 hingga 28 Juni,” kata Europol, dikutip Bleeping Computers, Jumat (5/7/2024).

    “Sebanyak 690 alamat IP Adress ditandai ke penyedia layanan pada 27 negara, Akhir minggu, 593 di antaranya telah dihapus,” imbuh lembaga tersebut.

    Aksi Europol ini bagian dari Operasi Morpheus. Ini melibatkan penegak hukum dari berbagai negara, mulai dari Australia, Kanada, Jerman, Belanda, Polandia dan Amerika Serikat, pimpinannya sendiri adalah Inggris.

    Sebagai informasi, Cobalt Strike berasal dari Forta atau sebelumnya bernama Hel Systems. Ini adalah alat pengujian penetrasi yang sah untuk memindai infrasruktur dan mencari kerentanan keamanan dari tim merah.

    Namun ternyata jalur ini juga yang berhasil dibobol para hacker. Pelaku mendapatkan salinan software yang telah di-crack.

    Para penyerang menggunakannya dalam tahap serangan pasca-eksploitasi. Tujuannya menyediakan akses jarak jauh pada server yang disusupi, mencuri data sensitif, dan menjatuhkan muatan bahaya.

    Microsoft mengungkapkan sejumlah pelaku menggunakan Colbalt Strike dengan dukungan sejumlah negara. Yakni seperti Rusia, China, Vietnam, hingga Iran.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tantangan & Peluang Layanan Super Apps Perbankan di RI





    Next Article



    Bukti Penipu HP Android Makin Ganas, Awas Rekening Dikuras Habis!



    (fab/fab)

    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.