Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Makin Digital, OJK Minta Bank Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data
    Insight News

    Makin Digital, OJK Minta Bank Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2024Updated:5 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Deputi Direktur pada Direktorat Pengembangan Perbankan, Depertemen Pengaturan dan Pengembangan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Zulkifli Salim menuturkan bahwa OJK sudah keluarkan panduan atau regulasi untuk dukung transformasi digital perbankan, termasuk soal proteksi data dan juga governance.

    “Bagaimana bank dalam merancang super apps harus patuh pada UU PDP, bahkan sebelum ada UU PDP, kami sudah melihat best practice di negara lain,” ungkapnya dalamTech & Telco Forum 2024, Jumat, (5/7/2024).

    Selain itu, OJK juga sudah mengatur soal manajemen risk. Contohnya seperti cyber secutiy, dan social engineering. Menurutnya, hal itu harus menjadi pertimbangan bank dalam merancang super app.

    “Tidak hanya super apps, semua produknya harus penuhi tata kelola. Lalu kami kembangkan soal penggunaan teknologi, blockchain, AI, omni channel. Jadi cukup komprehensif dan tentu saja hal relevan lain yang harus diperhatikan bank untuk go digital,” jelas Zulkifli.

    Zulkifli juga menyoroti soal kebocoran data yang tentu akan bermuara ke nasabah. Oleh karena itu, bank menurut Zulkifli harus memperhatikan customer engagement, customer insight, dan tentu saja pemanfaatan media sosial.

    “Ke depan, segala hal akan selalu berevolusisi. Jadi hal hal terkait kemanan data harus,” pungkas Zulkifli.

    Sebelumnya, Direktur Utama Allo Bank, Indra Utoyo mengatakan digitalisasi telah membawa banyak perubahan di banyak sektor industri, salah satunya perbankan.

    Tidak heran jika saat ini banyak bank terus berbenah dan melakukan transformasi digital demi memberikan layanan maksimal kepada para nasabahnya.

    Hal ini sejalan dengan adanya pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut membuat digitalisasi menjadi sebuah keharusan dan telah merubah perilaku masyarakat.

    “Saya ingin bilang mungkin energi digital luar biasa. Bahkan kita harus transformasi digital. Dari cepat bagus mahal, sekarang kita bisa cepat bagus murah,” kata Indra.

    Indra pun mengakui bahwa tranformasi digital saat ini dilakukan oleh semua sektor, mulai dari kesehatan, travel, hingga sektor pendidikan,

    Untuk itu dibutuhkan dukungan kuat yang harus diberikan perbankan dari sisi keuangan, baik dalam mendukung pembayaran, hingga pembiayaan. Dukungan perbankan diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital ke depan semakin besar.

    “Untuk itu muncul bank digital yang mendukung sistem keuangan, dan mendorong tumbuhnya ekonomi digital,” ujar Indra.

    Saksikan video di bawah ini:

    Tantangan Pembangunan Infrastruktur & Kesiapan Talenta Digital di RI





    Next Article



    Upaya Pemerintah Wujudkan Gigabit City Lewat Visi Indonesia Digital



    (dpu/dpu)

    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.