Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Setelah PDN Diserang, Menkopolhukam Jamin Layanan Publik Sudah Lancar
    Insight News

    Setelah PDN Diserang, Menkopolhukam Jamin Layanan Publik Sudah Lancar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2024Updated:5 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id -Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Hadi Tjahjanto memastikan pelayanan publik sudah kembali normal setelah Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya berhasil dipulihkan. Hadi mengungkapkan hal tersebut setelah PDN sempat diserang ransomware.

    “Untuk pelayanan masyarakat yang menggunakan digital per 1 Juli kemari sudah berjalan normal,” kata Hadi dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat, (5/7/2024).

    Hadi mengatakan pemerintah serius dalam menangani permasalahan di pusat data nasional ini. dia mengatakan ke depannya pemerintah akan meningkatkan kewaspadaan.

    Menurut Hadi, pemerintah saat ini terus meningkatkan kemampuan PDN yang akan menggantikan PDNS 2 Surabaya. Dia mengatakan PDN akan memiliki kemampuan backup data berganda dan dengan pengamanan yang lebih baik.

    “PDN pengganti PDNS 2 di Surabaya memiliki kemampuan backup berganda, backup berlapis dengan pengamanan yang baik,” katanya.

    Sebelumnya, PDNS 2 mengalami serangan ransomware pada akhir Juni lalu. Karena serangan siber ini, sejumlah data dalam PDNS tak bisa diakses. Salah satu layanan publik yang terdampak adalah keimigrasian.

    Kelompok Brain Cipher yang mengklaim sebagai dalang serangan ini awalnya meminta tebusan senilai Rp 131 miliar. Tebusan itu diminta sebagai ganti pemberian ‘kunci’ untuk data-data yang mereka pegang.

    Belakangan, kelompok ini memberikan kunci tersebut secara gratis. Mereka menyatakan serangan ini sebagai peringatan soal rentannya keamanan di pusat data nasional yang memakan anggaran besar tersebut.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Ransomware Serang Data Nasional, Negara Harus Gimana?




    Next Article



    BSSN: Pusat Data Nasional Diserang, Pelaku Minta Rp 131 Miliar



    (rsa/mij)

    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.