Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kesalahan Terbesar Joe Biden yang Bikin China Makin Perkasa
    Insight News

    Kesalahan Terbesar Joe Biden yang Bikin China Makin Perkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Juli 2024Updated:3 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam setahun terakhir, pemerintahan Joe Biden beberapa kali memperbarui regulasi untuk memblokir akses chip canggih dan alat pembuat chip ke China.

    Hal tersebut bertujuan menjegal pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di China. Tak cuma memblokir akses perusahaan AS ke China, tetapi juga perusahaan di negara-negara sekutu.

    Namun, kebijakan tersebut nyatanya jadi senjata makan tuan. China makin kencang meningkatkan kemandiriannya untuk melawan dominasi AS di sektor semikonduktor.

    Bahkan, pemerintahan Xi Jinping memiliki program pendanaan khusus untuk mendukung perusahaan teknologi China dalam menggenjot teknologi chip dan AI.

    Salah satu yang paling ambisius dalam sektor chip canggih adalah Huawei. Terbaru, Huawei bekerja sama dengan Wuhan Xinxin Semiconduktor Manufacturing Co untuk mengembangkan chip high-bandwidth memory (HBM), menurut beberapa sumber dalam, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (2/7/2024).

    HBM merupakan komponen penting di infrastruktur komputasi yang digunakan dalam proyek-proyek AI.

    Inisiatif Huawei juga melibatkan firma pengemasan sirkuit terintegrasi (IC) Jiangsu Changjiang Electronics Tech and Tongfu Microelectronics. Firma tersebut ditugaskan untuk menyediakan ‘Chip on Wafer on Substrate’.

    Secara teknis, teknologi pengemasan tersebut bisa menyimpan beragam jenis semikonduktor, seperti GPU dan HBM, dalam satu pengemasan sekaligus.

    Huawei dan Wuhan Xinxin tak segera merespons permintaan berkomentar.

    South China Morning Post melaporkan, langkah Huawei untuk mengembangkan chip HBM merupakan upaya terbaru untuk melawan sanksi dagang dari pemerintahan Joe Biden.

    Sebelumnya, Huawei membuat gebrakan dengan meluncurkan seri Mate 60 dengan dukungan jaringan 5G pada akhir tahun lalu. Ponsel tersebut langsung diminati dan membuat penjualan iPhone 15 anjlok di China.

    Mate 60 merupakan perangkat 5G pertama Huawei pasca masuk daftar hitam AS pada 2019 silam. Sejak saat itu, Huawei terpuruk karena tak bisa mengakses teknologi AS untuk chip 5G pada ponsel.

    Bahkan, Huawei juga tak bisa memakai sistem operasi Android. Setelah kurang lebih tiga tahun, Huawei seakan balas dendam dengan pengembangan chip 5G dan sistem operasi HarmonyOS secara mandiri tanpa bergantung pada AS.

    Di China, pada kuartal pertama 2024, HarmonyOS yang baru seumur jagung sudah berhasil menendang sistem operasi iOS milik Apple.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Lumpuhkan China, Joe Biden Rela Bayar Rp 1,2 Triliun





    Next Article



    Ambisi China Terkuak, Hapus Teknologi AS Diganti Produk Lokal



    (fab/fab)

    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.