Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pusat Data Nasional Kena Ransomware, Guru Besar IT Angkat Bicara
    Insight News

    Pusat Data Nasional Kena Ransomware, Guru Besar IT Angkat Bicara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juni 2024Updated:1 Juli 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) mengalami serangan siber ransomware sejak Kamis (20/06/2024), hingga membuat down dan mengganggu layanan publik di berbagai instansi salah satunya imigrasi. Pakar IT menyatakan tidak ada sistem komputer di dunia yang dijamin pasti aman.

    “Dalam dunia keamanan komputer, di dunia ini tidak ada sistem yang dijamin pasti aman, yang ada adalah sistem yang sudah diretas dan sistem yang belum diretas. Di negara-negara maju pun konon setiap 3-5 detik terjadi percobaan peretasan,” kata Guru Besar bidang Information Technology (IT) Marsudi Wahyudi Kisworo.

    Dia mengibaratkan sistem keamanan sebagai sebuah rumah. Secanggih apapun pengamanan rumah, tidak ada yang mau menjamin tidak akan kemalingan, kerampokan, atau kejatuhan meteor.

    “Makanya dalam keamanan, yang paling penting adalah security awareness culture alias budaya berhati-hati,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, fokus dalam pengamanan sistem komputer adalah tata kelola (security governance) termasuk penerapan standar tertentu.

    “Security governance meliputi analisa risiko apa saja yang bisa terjadi, meliputi skenario pelanggaran keamanan, aktor, probabilitas, dan dampaknya,” sambungnya.

    Penanganan risiko mulai dari peralatan misalnya untuk deter, defend, dan detect, sampai ke prosedur yang harus dijalankan ketika terjadi pelanggaran keamanan misalnya prosedur tanggap darurat sampai ke pemulihan.

    “Kalau melihat kejadian dengan PDN, dan beberapa kasus sebelumnya yang pernah saya tangani, tidak adanya security plan yang baik itulah penyebab ketika terjadi pelanggaran maka tidak dapat ditangani dengan baik,” ungkapnya.

    Hal yang sering terjadi, menurutnya, adalah tidak adanya skenario ketika terjadi peretasan dan tidak punya disaster recovery plan bahkan tidak punya business continuity plan.

    “Jangankan itu, banyak lembaga baik pemerintah maupun swasta di Indonesia, cyber risk assessment saja nggak punya, baru kelabakan ketika sudah dijebol,”pungkas Marsudi.

    Masih lakukan penyelidikan

    Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) masih terus berupaya melakukan pemulihan atas dampak serangan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang ada di Surabaya.

    Dalam konferensi pers, Rabu (26/6/2024), Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait sumber kebocoran yang menyebabkan serangan hacker di PDNS Surabaya.

    Sebagai langkah penanggulangan, pihaknya menelusuri PDNS di Batam dan Serpong. Hasilnya, sejauh ini kedua PDNS tersebut aman dari serangan ransomware.

    “Kami melakukan isolasi. Tadinya terhubung antara ketiga PDNS. Sekarang sudah diputus antara Surabaya dengan Serpong dan Batam,” ia menuturkan.

    Lebih lanjut, Dirjen IKP Kominfo Usman Kansong mengatakan pemulihan diutamakan pada tenant-tenant yang mempunyai pencadangan (backup) data.

    “Prioritasnya pemulihan pelayanan publik. Hari ini sudah 5 tenant yang pulih,” kata dia pada kesempatan yang sama.

    “Kami berharap akhir bulan ini paling tidak 18 tenant bisa pulih,” kata dia.

    Diketahui, tumbangnya PDNS di Surabaya berdampak pada terganggunya akses data ke 282 data Kementerian, Lembaga, dan Daerah. Sekitar 44 data sudah kembali pulih.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pusat Data Nasional Diserang, Pelaku Minta Tebusan Rp131 Miliar




    Next Article



    Pusat Data Nasional Error, Antrean Imigrasi Mengular



    (dem/dem)

    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.