Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pusat Data Nasional Diserang Hacker, BPKP Diperintah Audit
    Insight News

    Pusat Data Nasional Diserang Hacker, BPKP Diperintah Audit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Juni 2024Updated:29 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diperintahkan untuk mengaudit tata kelola Pusat Data Nasional (PDN). Perintah ini datang setelah terjadi serangan siber ransomware pada Kamis (20/6/2024) yang sempat melumpuhkan layanan imigrasi RI.

    “Nanti kita akan mengaudit, disuruh audit tata kelola PDN,” kata Kepala BPKP Yusuf Ateh saat ditemui usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jumat (28/6/2024).

    Ia belum bisa menyebutkan ada berapa banyak instansi yang akan diaudit terkait serangan siber ini.

    Yusuf hanya mengatakan apa yang akan didalami adalah seputar tata kelola dan finansialnya. Menurutnya selama ini PDN belum pernah diaudit.

    “Belum (pernah diaudit), kan karena kasus ini,” ujarnya.

    Dari hasil temuan, insiden yang terjadi sejak pekan lalu itu merupakan serangan ransomware BrainChipper. Ini merupakan jenis terbaru dari ransomware LockBit 3.0, berdasarkan sampel yang diambil.

    Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) masih terus berupaya melakukan pemulihan atas dampak serangan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang ada di Surabaya.

    Dalam konferensi pers, Rabu (26/6/2024), Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait sumber kebocoran yang menyebabkan serangan hacker di PDNS Surabaya.

    Sebagai langkah penanggulangan, pihaknya menelusuri PDNS di Batam dan Serpong. Hasilnya, sejauh ini kedua PDNS tersebut aman dari serangan ransomware.

    “Kami melakukan isolasi. Tadinya terhubung antara ketiga PDNS. Sekarang sudah diputus antara Surabaya dengan Serpong dan Batam,” ia menuturkan.

    Lebih lanjut, Dirjen IKP Kominfo Usman Kansong mengatakan pemulihan diutamakan pada tenant-tenant yang mempunyai pencadangan (backup) data.

    “Prioritasnya pemulihan pelayanan publik. Hari ini sudah 5 tenant yang pulih,” kata dia pada kesempatan yang sama.

    “Kami berharap akhir bulan ini paling tidak 18 tenant bisa pulih,” kata dia.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pusat Data Nasional Diserang, Pelaku Minta Tebusan Rp131 Miliar





    Next Article



    RI Diserang Ransomware, Layanan Pemerintah Berangsur Pulih



    (fab/fab)

    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.