Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Xi Jinping Blak-blakan Bongkar Kelemahan China Melawan AS
    Insight News

    Xi Jinping Blak-blakan Bongkar Kelemahan China Melawan AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juni 2024Updated:27 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden China, Xi Jinping, mengatakan negaranya menghadapi beberapa tantangan dalam kompetisi menjadi sumber teknologi dunia. Ia blak-blakan mengakui inovasi China relatif lemah, serta para ilmuwan sudah kewalahan.

    “Saat ini perang yang kami hadapi adalah kompetisi internasional,” kata Xi Jinping, dikutip dari Business Insider, Kamis (27/6/2024).

    Xi Jinping tak menampik bahwa perkembangan sains dan teknologi di negaranya sangat pesat. Kendati demikian, kapabilitas inovasi China dinilai masih lemah.

    Dalam pidatonya pada Selasa (25/6) waktu setempat, Xi Jinping menyebut kata inovasi sebanyak 55 kali. Hal itu merujuk pada pengembangan kecerdasan buatan (AI), teknologi kuantum, bioteknologi, dan energi baru.

    Menurut Xi Jinping, gebrakan teknologi China saat ini masih terlalu luas terbagi-bagi di berbagai sektor. Ia mengatakan perlu dilakukan koordinasi yang lebih harmonis dalam mengembangkan teknologi AI.

    Ia menegaskan hal terpenting dalam menggenjot inovasi adalah kemandirian dalam negeri, terutama dalam menghadapi berbagai penjegalan dari Amerikas Serikat (AS) dan sekutunya.

    “Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi serta pergulatan antara negara adidaya saling terkait,” kata Xi Jinping.

    Meski tak blak-blakan menyebut AS, Xi Jinping menekankan bahwa China harus segera menyelesaikan tantangan terkait teknologi-teknologi inti yang saat ini dikontrol asing.

    Pernyataan tersebut dibuat usai AS mengancam untuk memperluas sanksi ke China dalam mengakses teknologi semikonduktor canggih. Salah satunya dengan memblokir Huawei untuk membeli komponen inti untuk mengembangkan semikonduktor canggih.

    Lebih lanjut, Xi Jinping mengakui ada krisis talenta digital yang mumpuni untuk berkompetisi di sektor AI. Menurut dia, China perlu meningkatkan sistem insentif untuk memberikan penghargaan lebih baik baga ilmuwan dan pakar teknologi untuk pengembangan AI.

    “Kita harus meningkatkan rasa urgensi kita. Kita harus melangkah lebih jauh dalam upaya berinovasi untuk menempati posisi terdepan dalam persaingan sains dan teknologi serta pengembangan masa depan,” ia menuturkan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Uji Coba Starlink dari ‘Speed Test’ hingga ‘Gaming’, Cocok di Kota?


    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.