Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Data di Pusat Data Nasional yang Kena Ransomware Tak Bisa Kembali
    Insight News

    Data di Pusat Data Nasional yang Kena Ransomware Tak Bisa Kembali

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juni 2024Updated:27 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Data yang terdampak serangan ransomware di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS 2) tidak bisa dipulihkan. Para pihak terkait berusaha menggunakan cara lain untuk memulihkan layanan.

    “Kami berupaya keras untuk melakukan recovery dengan resource yang kita miliki. Yang jelas data yang sudah kena ransom ini sudah enggak bisa kami recovery, jadi kita menggunakan sumber daya yang masih kami miliki,” jelas Direktur Network & IT Solution Telkom Group, Herlan Wijanarko, dalam konferensi pers, Rabu (26/6/2024).

    Herlan menjelaskan pihaknya melakukan identifikasi tenant yang memiliki backup. Dari sana ditemukan 44 tenant memiliki backup dan masuk ke recovery stage 1 untuk diaktifkan layanannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain tenant yang memiliki backup, ada juga yang ditemukan tidak memiliki backup lokal. Untuk ini disiapkan environment baru sebagai pengganti PDNS 2 yang sudah dikunci sebelumnya.

    “Kami implementasikan semua aspek security banyak yang dapat asistensi dari BSSN melalui prosedur yang membuat ini lebih aman, baru nanti kita reveal di environment yang baru,” jelasnya.

    Sebagai informasi, PDNS yang terkena serangan ransomware adalah PDNS 2 yang terletak di Surabaya. Kepala BSSN, Hinsa Siburian memastikan PDNS 2 sudah diputus hubungannya dengan PDNS 1 dan co-storage di Batam.

    “Memang kami melihat itu supaya jangan sampai ransomware ini menular ke sistem yang lain,” ungkap Hinsa.

    Hinsa menambahkan tim forensik telah berhasil mendapatkan beberapa data yang terdampak. Nantinya data itu akan jadi bahan penelitian untuk mengungkap proses terjadi serangan.

    Langkah berikutnya forensik akan dilakukan. BSSN akan melakukan investigasi bersama dengan pihak kepolisian.

    “Tentu dari situ kami lakukan terus investasi, ini kerjasama dengan Polri untuk bisa memastikan bagaimana prosesnya, kami bisa lihat forensik ini untuk ditindaklanjuti,” kata dia.




    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.