Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google, Facebook, TikTok Diminta Bayar Biaya Bangun BTS
    Insight News

    Google, Facebook, TikTok Diminta Bayar Biaya Bangun BTS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Juni 2024Updated:25 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Operator seluler di Amerika Serikat meminta platform digital seperti Google, Facebook, dan TikTok membayar biaya membangun BTS.

    CEO AT&T John Stankey mengatakan bahwa Kongres harus memberikan wewenang kepada Komisi Komunikasi Federal untuk mewajibkan perusahaan-perusahaan raksasa teknologi berkontribusi pada dana pemerintah yang mensubsidi akses ke layanan telekomunikasi dan broadband.

    Berdasarkan undang-undang yang berlaku saat ini, biaya dipungut dari pelanggan telepon seluler dan telepon rumah untuk mendukung Dana Layanan Universal (USO), yang menghabiskan sekitar US$ 8 miliar per tahun yang hampir seluruhnya dikumpulkan dari biaya tambahan tagihan telepon.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Tujuh perusahaan terbesar dan paling menguntungkan di dunia membangun waralaba mereka di internet dan infrastruktur yang kami sediakan,” kata Stankey dalam sambutannya di forum industri telekomunikasi di Utah, dikutip dari Reuters, Selasa (25/6/2024).

    “Mengapa mereka tidak berpartisipasi dalam memastikan akses yang terjangkau dan adil terhadap layanan-layanan saat ini yang sama pentingnya dengan saluran telepon di masa lalu?” imbuhnya.

    Masalah ini menjadi makin mendesak sejak program subsidi internet broadband pemerintah yang digunakan oleh 23 juta rumah tangga kehabisan dana pada Mei lalu dan ditutup setelah Gedung Putih gagal mendesak Kongres untuk mengalokasikan US$ 6 miliar lagi.

    Sejak tahun 2020, Kongres telah mengalokasikan total US$17 miliar untuk membantu keluarga berpenghasilan rendah dan orang-orang yang terkena dampak Covid-19 mendapatkan internet gratis atau berbiaya rendah.

    USO menyediakan dana untuk membantu konsumen berpenghasilan rendah, sekolah, perpustakaan dan penyedia layanan kesehatan perdesaan untuk mendapatkan akses ke layanan telepon atau internet broadband.

    Ada beberapa usulan di Kongres yang mewajibkan perusahaan teknologi dan penyedia broadband untuk berkontribusi pada dana tersebut.

    Induk Facebook, Meta, dan Google belum memberikan komentar mengenai permintaan ini.

    Di Indonesia, pola serupa diterapkan melalui BAKTI. Seluruh pelaku industri telekomunikasi di RI menyisihkan sebagian dari pendapatan kotornya untuk dana USO. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.