Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Ribut, Raksasa Internet Kabel Malah Gandeng Starlink
    Insight News

    Bukan Ribut, Raksasa Internet Kabel Malah Gandeng Starlink

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Juni 2024Updated:25 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa internet kabel Comcast melakukan kerja sama dengan layanan internet berbasis satelit Starlink. Perusahaan milik Elon Musk itu akan menyediakan konektivitas pada pelanggan bisnis di wilayah dengan akses internet terbatas.

    Kerja sama antara dua perusahaan Amerika Serikat (AS) disebut Reuters jadi yang pertama dari operator jaringan dan penyedia layanan berbasis satelit untuk menyediakan konektivitas, dikutip Senin (24/6/2024).

    Ini jadi langkah terbaru Starlink untuk mengembangkan bisnisnya. Sebelumnya perusahaan juga telah bekerja sama dengan operator T-Mobile.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kemitraan tersebut bertujuan untuk menyediakan koneksi telekomunikasi berbasis satelit pada pelanggan yang berada di lokasi tanpa akses seluler.

    Reuters juga menuliskan kerja sama dengan Comcast makin memperkuat posisi Starlink dari para pesaingnya. Nama lain yang juga bermain dalam jaringan komunikasi berbasis satelit seperti Amazon, Kuiper, dan Viasat.

    Starlink merupakan konstelasi satelit komunikasi terbesar. Menggunakan teknologi Low-Earth Orbit (LEO), penyedia layanan itu jadi yang terbesar sekarang.

    Layanan itu menyediakan koneksi internet bagi pelanggan individu maupun bisnis. Namun sebagian besarnya untuk mereka yang berada di wilayah dengan akses internet terbatas.

    Starlink sendiri telah melayani sejumlah negara. Namun memang belum banyak digunakan oleh masyarakat, bahkan belum mencapai 1% dibandingkan pengguna internet tiap negara.

    Di Amerika Serikat, sejak diluncurkan 2020, baru digunakan 1,2 juta. Jumlah tersebut hanya 0,39 persen dari penetrasi pengguna internet di AS.

    Jumlah terbanyak hanya didapatkan dari Selandia Baru. Sejak meluncur 2021, terdapat 40 ribu pengguna atau 0,8 persen dari penetrasi internet di negara tersebut.




    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.