Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Manusia Rp 1.900 Triliun Kini Pemilik Perusahaan Paling Mahal Sedunia
    Insight News

    Manusia Rp 1.900 Triliun Kini Pemilik Perusahaan Paling Mahal Sedunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Juni 2024Updated:21 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Nvidia berhasil menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar dunia. Raksasa teknologi yang didirikan Jensen Huang itu melompati dua nama besar lain yakni Microsoft dan Apple.

    Valuasi pasar Nvidia melonjak tiga kali lipat selama setahun terakhir. Kebangkitan tersebut cukup menggembirakan. Mengingat juga dua tahun lalu, valuasi pasar perusahaan hanya US$  400 miliar.

    Per hari Selasa, harga saham Nvidia naik 3,6% sehingga kapitalisasi pasarnya menyentuh US$ 3,34 triliun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Permintaan chip untuk membangun sistem AI disebutkan cukup meningkat dengan tajam. Laporan tersebut berdasarkan data S&P Global pada hri Selasa lalu.

    Hasil ini juga menjadi bukti AI menjadi alat untuk perusahaan bisa melompat lebih tinggi lagi. Microsoft, misalnya, sempat mengantongi kapitalisasi pasar terbesar pada awal tahun setelah menggeser posisi Apple.

    Pentingnya AI ini juga telah diramalkan Huang yang juga menjabat sebagai kepala eksekutif Nvidia beberapa tahun lalu. Pria dengan kekayaan Rp 1.900 triliun menyebut GPU akan sangat penting saat membangun AI.

    Bahkan Nvidia telah lama bertaruh dengan teknologi tersebut. Huang memastikan perusahaannya mengakomodasi teknologi yang bakal jadi ledakan besar berikutnya.

    Pertaruhan ini membuahkan hasil. Nvidia berhasil menguasai lebih dari 80% pasar untuk chip pada sistem AI.

    Pelanggan besar Nvidia terus membuat pesanan chip agar bisa menjalankan komputer di pusat data raksasa. Mereka juga membuat chipnya sendiri agar tak bergantung dengan satu pemasok saja.

    “Tidak ada orang lain yang sepenuhnya melihat atau menghargai hal ini,” kata Daniel Newman, kepala eksekutif Futurum Group, sebuah perusahaan riset teknologi.

    “Mereka melihat tren, membangun untuk tren dan memungkinkan pasar. Mereka dapat secara efektif mengenakan harga berapa pun yang mereka inginkan,” lanjutnya.




    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.