Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aplikasi Pengganti Google Makin Ramai, Ternyata Bawa Petaka Besar
    Insight News

    Aplikasi Pengganti Google Makin Ramai, Ternyata Bawa Petaka Besar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Juni 2024Updated:19 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak bermunculan aplikasi pengganti Google yang mampu menyodorkan informasi secara lengkap, relevan, dan kontekstual, dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Aplikasi-aplikasi itu berbentuk chatbot, mirip dengan ChatGPT buatan OpenAI. Namun, ternyata aplikasi pengganti Google banyak membawa petaka.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Laporan terbaru dari NewsGuard menunjukkan chatbot AI yang banyak bertebaran berkontribusi terhadap penyebaran misinformasi Rusia. Bahkan, chatbot juga kerap mengarang cerita fiksi yang seakan-akan dibeberkan sebagai fakta.

    Dalam studinya, NewsGuard memasukkan prompt ke layanan chatbot AI dengan naratif yang diketahui dibuat oleh John Mark Dougan, pengungsi Amerika Serikat (AS) yang menurut The New York Times merupakan sosok pembuat dan penyebar misinformasi dari Moskow.

    NewsGuard memasukkan 57 prompts ke 10 layanan chatbot populer. Hasilnya, rata-rata ada 37% disinformasi yang dimuat.

    Parahnya, konten yang dibuat oleh Dougan dilabeli sebagai sumber terpercaya, dikutip dari Axios, Rabu (19/6/2024).

    Beberapa layanan chatbot yang diuji adlaah ChatGPT-4, Grok, Inflection, Mistral, Copilot, Meta AI, Claud, Google Gemini, dan Perplexity yang digadang-gadang sebagai pengganti Google karena berbentuk mesin pencari AI.

    NewsGuard mengabarkan temuannya ke OpenAI, You.com, Grok, Inflection, Mistral, Copilot, Meta, Claude, Gemini, dan Perplexity, untuk meminta konfirmasi tetapi tak ada jawaban.

    “Yang benar-benar mengkhawatirkan adalah bahwa hoaks dan propaganda yang sering diulang-ulang oleh chatbot ini hampir tidak dapat diketahui, begitu pula orang di baliknya,” kata co-CEO NewsGuard Steven Brill.

    Ia mengimbau agar masyarakat tak menggunakan chatbot untuk mencari informasi sebelum layanan-layanan chatbot AI memperbaiki sistemnya.




    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.