Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Senjata Baru HP China Bisa Bikin iPhone Makin Tak Laku
    Insight News

    Senjata Baru HP China Bisa Bikin iPhone Makin Tak Laku

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Juni 2024Updated:19 Juni 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah produsen smartphone berbondong-bondong memasukkan Artificial Intelligence (AI) ke dalam produknya. Usai iPhone yang memperkenalkan kemampuan Apple Intelligence, Poco juga menghadirkan AI lewat chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen3.

    Qualcomm Snapdragon 8s Gen3 disematkan dalam ponsel Poco F6. Smartphone tersebut telah diluncurkan di Dubai pada akhir Mei lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kemampuan sangat tinggi, dia mampu menjalankan berbagaijenis aplikasi AI atau model AI. Ada menggunakan konteks suara, teka, image, berbagai jenis bisa diajalankan di 8s gen3,” kata Senior Manager Business Development Qualcomm Indonesia, Dominikus Susanto dalam workshop Snapdragon 8s Gen3 pada Poco F6, di Jakarta, Rabu (19/6/2024).

    Dia menjelaskan chip ini juga mendukung AI on-device. Artinya pemrosesan langsung dalam perangkat, tidak lagi melalui cloud atau internet.

    Salah satunya adalah fitur untuk mengekspansi foto. Jadi gambar bisa diperluas dengan bantuan generative AI.

    “Foto besar dicrop jadi kecil itu biasa. Tapi kita motret sesuatu pengen diekspansi membutuhkan generative AI. Dari foto yang ada diekspan lebih luas seperti pake ultra-wide,” jelasnya.

    “Membutuhkan kemampuan yg tinggi utk gen ai. Salah satu pemanfaatan on device yang ada di Snapdragon 8s gen 3,” imbuh Dominikus.

    AI juga digunakan untuk Image Signal Procession (ISP). Ini akan bekerja sama dengan AI untuk mengolah data, sinyal, dan gambar didapatkan agar memaksimalkan foto yang dihasilkan.

    Dengan Cognitive ISP, maka akan membedakan tiap objek yang ada di dalam gambar. Dia menjelaskan pemrosesan tiap objek pada foto akan dilakukan secara terpisah.

    “Kamera bisa tahu tubuh manusia yang mana, wajahnya yang mana, pohon yang seperti apa, langitnya bagian mana. Supaya masing-masing dioptimalkan jenis bendanya,” kata dia.

    Chipset ini juga memiliki kemampuan bernama always sensing camera. Dia menjelaskan ponsel akan mendeteksi adanya muka untuk menyalakan layar.

    “Contohnya face unlock, hanya mendeteksi ada wajah atau tidak. Tahu wajah kayak gimana sih. Dari kondisi standby, waktu ada wajah [layar] nyala. Baru setelah itu memverifikasi benar engga ini mukanya yang punya atau enggak,” ungkap Dominikus.

    Apple Gaspol AI Genjot Penjualan iPhone

    Apple merupakan raksasa teknologi yang paling lambat menggarap teknologi kecerdasan buatan (AI). Kendati begitu, sistem ‘Apple Intelligence’-nya langsung disambut antusiasme tinggi.

    Di tengah penjualan iPhone 15 yang jeblok, pengumuman Apple Intelligence si WWDC 2024 menjadi juru selamat bagi bisnis raksasa Cupertino tersebut.

    Harga saham Apple langsung terbang 7% pada perdagangan Selasa (11/6) waktu setempat dan membawanya ke rekor tertinggi senilai US$ 207.15 (Rp 3,3 juta) per lembar.

    Apple meluncurkan banyak fitur AI selama WWDC berlangsung. Antara lain peningkatan asisten pintar Siri, integrasi dengan layanan ChatGPT buatan OpenAI, beberapa tool penulisan AI, hingga custom emoji.

    Kendati demikian, pengguna iPhone 15 reguler dan Plus tak akan bisa menikmatinya. Hanya pengguna iPhone 15 Pro dan Pro Max, serta iPhone 16 generasi selanjutnya yang bisa mencicipi kemampuan penuh Apple Intelligence.

    Analis dari Morgan Stanley mengatakan fitur AI Apple menempatkan perusahaan ke posisi yang kuat di tengah persaingan ketat industri teknologi.

    Analis percaya fitur-fitur AI Apple akan mendorong pertumbuhan iPhone, sebab pengguna harus melakukan upgrade untuk menikmati kemampuan penuhnya.

    Hal serupa diungkap para analis dari Bank of America dan Evercore. Mereka kompak menyebut Apple Intelligence akan mendorong siklus super penjualan iPhone selanjutnya.

    Upaya menggenjot AI dibutuhkan untuk menggenjot penjualan iPhone yang lesu. Pengapalan iPhone di China anjlok 19% secara tahun-ke-tahun (yoy) pada kuartal pertama (Q1) 2024, menurut laporan firma riset Counterpoint.

    Sebelumnya, laporan firma IDC melaporkan penjualan global iPhone juga merosot 9,6% yoy pada Q1 2024.

    Reuters melaporkan Apple terpuruk gara-gara menghadapi persaingan dengan pemain lokal China, Huawei, yang bangkit sejak tahun lalu usai meluncurkan seri Mate 60.

    Pangsa pasar Apple di pasar smartphone terbesar dunia anjlok menjadi 15,7% di Q1 2024 dari yang sebelumnya 19,7%. Hal itu menyebabkan Apple berhadapan dengan Huawei yang penjualannya naik 70% secara yoy.




    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.