Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Profesi Baru Ini Paling Banyak Dicari oleh Perusahaan RI
    Insight News

    Profesi Baru Ini Paling Banyak Dicari oleh Perusahaan RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Juni 2024Updated:19 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Di era gempuran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), ternyata ada satu profesi paling dicari.

    Hal ini diungkap oleh perusahaan teknologi Microsoft dan platform jejaring sosial profesional LinkedIn.

    Kedua perusahaan merilis laporan riset tahunan Work Trend Index 2024 yang membahas penggunaan AI di dunia kerja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Indonesia Country Lead LinkedIn Rohit Kalsy mengungkap Kepala Divisi AI atau Head of AI jadi posisi paling dicari setelah masifnya implementasi AI di perusahaan-perusahaan.

    Sesuai namanya, peran ini akan mengurusi tugas yang berkaitan dengan penggunaan AI di perusahaan.

    “Kalau ada satu peran yang muncul adalah kepala AI (head of AI), itu posisi kepemimpinan dalam lima tahun terakhir,” kata Kalsy dalam acara
    media roundtable yang digelar di kantor Microsoft Indonesia, dikutip Jumat (14/6/2024).

    Ia menghubungkan permintaan tersebut dengan data Work Trend Index 2024 yang menyebut banyaknya adopsi alat kecerdasan buatan secara bawah ke atas (bottom-up), yaitu karyawan berinisiatif menggunakan AI sendiri tanpa perlu difasilitasi oleh tempat kerjanya.

    “Jadi peran kepala AI jadi peranan baru yang muncul di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” tuturnya.

    Laporan itu menyebut AI jadi salah satu referensi bagi para pemimpin perusahaan dalam melakukan perekrutan. Sebanyak 69% bos-bos perusahaan di Indonesia mengaku tidak akan merekrut seseorang tanpa keterampilan AI.

    Bahkan, 76% bos perusahaan akan merekrut karyawan yang memiliki pengalaman kerja lebih sedikit namun bisa menggunakan AI, dibandingkan mereka dengan pengalaman banyak tetapi tanpa kemampuan AI.

    Pada akhirnya, tren ini membuat banyaknya inisiatif pencari kerja dalam meningkatkan keterampilan AI. Ada peningkatan 160% dalam tenaga profesional non teknik yang melakukan kursus LinkedIn Learning untuk meningkatkan kemampuan AI.

     




    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.