Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti Apple Super Pelit Padahal Bernilai Rp 54.000 Triliun
    Insight News

    Bukti Apple Super Pelit Padahal Bernilai Rp 54.000 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juni 2024Updated:14 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Apple baru saja memperkenalkan sistem kecerdasan buatan (AI) ‘Apple Intelligence’ dalam ajang WWDC 2024. Raksasa Cupertino tersebut juga mengumumkan kolaborasi dengan OpenAI, perusahaan di balik layanan populer ChatGPT.

    Untuk kesepakatan semacam itu dengan perusahaan teknologi lain, OpenAI bisa menerima bayaran hingga miliaran dolar AS. Namun, hal itu tak berlaku bagi Apple.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Laporan pakar teknologi Bloomberg, Mark Gurman, menyebut Apple tak membayar sepeser pun untuk kolaborasi AI dengan OpenAI.

    “Apple tak membayar OpenAI untuk kemitraannya,” kata Gurman.

    Lebih lanjut, ia mengatakan Apple membayar OpenAI dengan ‘exposure’. Persis dengan taktik yang biasa dilakukan influencer untuk mendapat layanan gratis, misalnya tiket pesawat atau hotel mewah.

    “Apple percaya bahwa brand dan teknologi OpenAI yang menjangkau ratusan juta pengguna perangkatnya sudah sebanding atau bahkan lebih menguntungkan bagi OpenAI ketimbang pembayaran dengan uang,” kata Gurman, dikutip dari Extremetech, Jumat (14/6/2024).

    Sebagai informasi, ada lebih dari 1 miliar pengguna iPhone di seluruh dunia. Jangkauan pasar sebanyak itu memang bisa dibilang menguntungkan bagi OpenAI.

    Apple sendiri merupakan perusahaan paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar US$ 3,29 triliun atau setara Rp 54.000 triliun.

    Namun, di sisi lain, Apple sangat terbantu oleh teknologi OpenAI, apalagi untuk meningkatkan kemampuan asisten pintar Siri yang selama ini kerap dikeluhkan.

    Sebagai perbandingan, Microsoft membayar OpenAI senilai US$ 10 miliar pada tahun lalu untuk integrasi ChatGPT di layanan Azure, platform komputasi mirik raksasa software tersebut.



    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.