Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Ternyata Ogah Bikin PT di Indonesia, Kominfo Beberkan Fakta
    Insight News

    Starlink Ternyata Ogah Bikin PT di Indonesia, Kominfo Beberkan Fakta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juni 2024Updated:13 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan bahwa Starlink awalnya ogah membangun perusahaan di Indonesia. Perusahaan internet berbasis satelit milik Elon Musk itu mulanya hanya mau jualan di Tanah Air.

    Ketua Tim Perizinan Telekomunikasi, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (DJPPI) Kominfo Falatehan mengatakan, Kominfo sudah puluhan kali bertemu dengan pihak Starlink.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setelah melewati proses negosiasi yang panjang, akhirnya mereka mau mengikuti regulasi yang ada di Indonesia.

    “Kami ketemu mereka sudah mungkin puluhan kali, dari mereka tidak mau mempunyai PT, hanya mau melayani Indonesia saja, dengan segala macam cara akhirnya, mereka punya PT, mereka ikut regulasi Indonesia dan sampai mereka terbit izin,” ujar Falatehan dalam acara Selular Business Forum (SBF) di Jakarta, Rabu (12/6/2024).

    Ia mengatakan aturan yang ada berlaku secara umum. Semua entitas usaha yang mengajukan perizinan bisnis jaringan tetap harus patuh. 

    Kominfo juga menampik pernyataan yang menyebut pemerintah memberikan karpet merah ke Starlink. Sebab menurutnya, izin usaha Starlink sempat ditahan Kominfo selama tiga tahun sejak 2021, sebelum akhirnya Starlink resmi beroperasi di Indonesia pada Mei 2024.

    “Dari regulasi, kami tidak pernah membedakan izin Starlink dan lain. Kalau kami memberikan karpet merah, itu nggak terbukti, karena izin usahanya kami tahan 3 tahun dari April 2021,” tuturnya.

    Saat ini, Starlink telah mengantongi Izin Penyelenggaraan Telekomunikasi untuk Layanan Jaringan Tetap Tertutup Media VSAT pada 6 Aprll 2024 dan Layanan Akses Internet(ISP) pada 21 April 2024.

    “Di perjalanan, akhirnya setelah 3 tahun lebih baru mereka dapat izin. Dapat 2 izin, izin pertama izin dengan VSAT tanggal 6 April dan ISP 21 April,” kata dia.

    Dalam perkembangannya, Starlink memang mendirikan perusahaan di Indonesia, namun dianggap tidak menyerap banyak pekerja dan investasi.

    Saat rapat bersama Komisi VI DPR RI, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia ditanya mengenai investasi Starlink di Indonesia.

    “Saya jujur Starlink ini menurut Online Single Submission (OSS), investasinya Rp 30 miliar,” ujar Bahlil saat rapat.

    Lebih lanjut, Bahlil mengungkap tenaga kerja Starlink di Indonesia yang terdaftar sejumlah 3 orang. Namun, ia tak merinci lebih lanjut terkait detil operasional Starlink.

    “Saya takut nanti akhirnya melahirkan multi interpretasi,” kata dia.




    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.