Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Simpan Listrik di Semen, Peneliti Ubah Rumah Jadi Baterai
    Insight News

    Simpan Listrik di Semen, Peneliti Ubah Rumah Jadi Baterai

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juni 2024Updated:12 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Peneliti di MIT menemukan cara untuk menyimpan energi di dalam beton. Penemuan ini bisa menjadi solusi penyimpanan energi listrik dari sumber terbarukan seperti angin atau sinar matahari.

    Menurut laporan BBC yang dikutip oleh Futurism, peneliti MIT bernama Damian Stefaniuk dan tim membuat superkapasitor dari campuran air, semen, dan karbon yang biasanya digunakan untuk memproduksi ban.

    Berbeda dengan baterai lithium-ion, superkapasitor tidak bisa menyimpan energi dalam waktu yang lama. Namun, superkapasitor bisa diisi lebih cepat dibanding baterai biasa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Stefaniuk percaya bahwa material campurannya bisa merevolusi sistem distribusi listrik yang saat ini bergantung kepada sambungan kabel. Beton penyimpan energi listrik bisa menyimpan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit “hijau” yang pasokannya tidak stabil.

    “Jika bisa diproduksi massal, teknologi ini bisa menjadi solusi isu penyimpanan energi terbarukan,” katanya.

    Contoh aplikasi teknologi beton baterai tersebut adalah sebagai sistem pengisian baterai mobil listrik tanpa kabel. Campuran yang sama juga bisa digunakan untuk membangun tembok rumah atau fondasi gedung, yang kemudian dimanfaatkan sebagai “baterai.”

    Namun, saat ini superkapasitor buatan Stefaniuk baru bisa menyimpan energi setara dengan kebutuhan listrik bohlam LED 10 watt selama 30 jam.

    Permasalahan lainnya adalah superkapasitor sangat mudah “melepas” listrik. Selain itu, densitas atau kapasitas penyimpanannya lebih kecil dibanding baterai lithium-ion.

    Di balik semua isu tersebut, Stefaniuk yakin material buatannya bisa memasok energi harian yang dibutuhkan oleh rumah tangga. Dalam waktu dekat, tim MIT akan menggunakan material untuk membangun beton berukuran 45 meter persegi.




    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.