Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Sebenarnya X/Twitter Ramai walau Elon Musk Ngaco
    Insight News

    Alasan Sebenarnya X/Twitter Ramai walau Elon Musk Ngaco

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Juni 2024Updated:11 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak 2022, Twitter atau sekarang bernama X diambil alih miliarder Elon Musk. Banyak orang yang tak suka dengan perubahan di platform tersebut pasca dicaplok.

    Sebab, Musk dikenal cukup sering mengundang kontroversi. Dampaknya nyata dilihat dari banyaknya pengiklan yang hengkang, hingga nilai perusahaan yang anjlok.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kendati demikain, lini masa X tetap ramai. Banyak pengguna yang akhirnya tetap kembali ke X untuk mengunggah postingan atau sekedar scrolling timeline. Saat ini, X memiliki basis pengguna aktif bulanan (MAU) lebih dari 550 juta. Rata-rata pengguna menghabiskan waktu 34 menit 48 detik setiap harinya di aplikasi tersebut.

    Per April 20204, X menerima sekitar 6,1 miliar kunjungan per bulan, menurut laporan ExplodingTopics yang dihimpun dari Data Reportal dan SimilarWeb.

    Laporan laman Notus mengatakan sejumlah pengguna mengatakan Twitter memang tak sama lagi. Tetapi juga tidak seburuk saat Musk akhirnya menakhodai perusahaan.

    Deretan aplikasi penantang seperti Mastodon, BlueSky, Post hingga Threads tak bisa mengalahkan popularitas X. Ahli strategi Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) Tim Hogan menyamakan X dengan pemerintahan Donald Trump beberapa waktu lalu.

    “Trump menang tahun 2016, itu mengerikan. Banyak yang bilang akan pindah ke Selandia Baru atau Kanada, namun kenyataannya masih bertahan. Itu sedikit mirip dengan kondisi platform ini [X],” jelasnya dikutip Selasa (11/6/2024).

    Obrolan soal politik juga membuat X tetap diminati banyak orang. Termasuk bagi mereka yang ingin berkampanye dan memperluas jangkauannya.

    Menurut sumber yang dikutip Notus, platform tetap jadi tujuan bagi mereka yang terlibat politik. “Kampanye melihat hasilnya,” jelas seorang ahli strategi Partai Demokrat yang bekerja pada kampanye 2024.

    Seorang politisi yang juga senator Chris Murphy juga mengatakan masih menggunakan Twitter. Meskipun dia mengakui platform itu tak sama lagi seperti saat dia menggunakannya dulu.

    “Saya masih menggunakannya dan berkomunikasi lewat Twitter. Namun platform ini jauh lebih tidak ramah pengguna dibandingkan saat mulai menggunakannya,” jelas dia.



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.