Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kera Besar tapi Kecil Korban Kiamat Lokal Ditemukan Ahli Antropologi
    Insight News

    Kera Besar tapi Kecil Korban Kiamat Lokal Ditemukan Ahli Antropologi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Juni 2024Updated:11 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ahli antropologi menemukan dua fosil spesies baru kera besar di Jerman. Spesies yang diberi nama Buronius manfredschmi adalah kera besar paling kecil yang pernah teridentifikasi.

    IFL Science melaporkan dua fosil yang ditemukan di Jerman adalah gigi dan tempurung lutut. Berdasarkan kedua fosil tersebut, antropolog memperkirakan berat badan Buronius manfredschmi hanya sekitar 10 kilogram atau setara dengan kucing berukuran besar.

    Kera besar “kerdil” ini diperkirakan hidup di era Miocene akhir atau sekitar 11,6 juta tahun lalu. Pada era yang sama, juga hidup spesies kera besar (homonid) lain yang berjalan menggunakan dua kaki yaitu Danuvius guggenmosi yang ditemukan pada penggalian di antara 2015 dan 2018.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Peneliti memperkirakan dua kera besar ini punya gaya hidup yang berbeda. Fosil lutut dan gigi Buronius menggambarkan bahwa mereka jago memanjat pohon dan mengonsumsi makanan “lembut” seperti daun. Di sisi lain, Danuvius memiliki postur yang lebih tegak sehingga diperkirakan lebih banyak menghabiskan waktu di daratan.

    Karena hidup di dua “area” di habitat yang sama, dua spesies kera besar ini bisa hidup berdampingan. Hubungan antara keduanya dinilai serupa dengan orang utan dan owa di Kalimantan dan Sumatra saat ini.

    Kera besar sekarang hidup di dua wilayah hutan hujan tropis, yaitu Afrika Tengah dan Asia Tenggara. Sebetulnya ada makhluk hidup di kelompok kera besar lainnya yang hidup di penjuru Bumi, yaitu spesies Homo sapiens atau dikenal sebagai manusia.

    Penemuan berbagai fosil menunjukkan bahwa Eropa dulu juga merupakan tempat tinggal banyak spesies kera besar, tetapi punah di antara 11,63 juta hingga 5,44 juta tahun silam.

    Kepunahan kera besar di Eropa diperkirakan akibat “kiamat” lokal perubahan iklim sekitar 9 juta tahun lalu. Belantara hutan di Eropa hilang digantikan oleh padang rumput sehingga persediaan makanan bagi kera besar lenyap.




    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.