Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ramai Data Center, Telkom Bangun Kabel Laut dari Batam ke Singapura
    Insight News

    Ramai Data Center, Telkom Bangun Kabel Laut dari Batam ke Singapura

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juni 2024Updated:9 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., lewat anak usahanya Telin bekerja sama dengan Singtel untuk membangun kabel laut sepanjang 100 km yang menghubungkan Singapura dengan Batam, Indonesia.

    Sistem komunikasi kabel laut (SKKL) tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026. Untuk membangun kabel laut tersebut, Telin dan Singtel bergabung dalam konsorsium INSICA (Indonesia Singapore Cable System).

    Insica akan membangun kabel laut yang terdiri dari 24 pasang fiber optik dan dua jalur kabel darat dengan kapasitas maksimum 20 terabit per detik per pasangan fiber optik.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Pada masa datang, pasar kabel bawah laut global siap untuk pertumbuhan yang belum pernah terjadi, menjadikan Batam dan Singapura sebagai lokasi utama untuk investasi data center. Kabel bawah laut Insica akan memenuhi kebutuhan penting untuk interkonektivitas data center di antara lokasi-lokasi strategis utama ini,” kata Chief Executive Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (5/6/2024).

    Vice President of Digital Infrastructure & Services Singtel, Ooi Seng Keat, menambahkan konektivitas antara Singapura dan Batam mendukung data center di kedua lokasi untuk melayani peningkatan beban kerja dari pemrosesan AI dan densitas daya yang insentif, baik untuk entitas korporasi atau penyedia cloud.

    “Pengembangan sistem kabel INSICA adalah langkah yang kami ambil dalam merancang hyper-connected ekosistem digital untuk memenuhi permintaan jangka panjang, untuk merealisasikan masa depan digital kawasan ini dan meningkatkan ekonomi regional,” katanya.

    Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO) Hendra Suryakusuma mengatakan Indonesia bersaing ketat dengan Malaysia untuk memperebutkan permintaan layanan data center dari Singapura.

    Ia menyatakan Indonesia berpeluang menarik lebih banyak investasi di bidang data center dari perusahaan di Amerika Utara dan Eropa Barat dengan menawarkan pasokan energi hijau.

    “Banyak investor di Amerika Utama dan Eropa Barat fokus terkait ESG nya jadi mereka juga fokus bagaimana energy yang di supply di data center ini didapat dari sumber yang green atau less emissions karbonnya,” jelasnya.

    Hendra menilai selama investor melihat negara stabil secara politik, juga mendukung industrinya untuk bisa bertumbuh seperti lewat insentif pajak, kemudian ada green initiative insentif, akan mendorong mereka untuk masuk ke negara tertentu.



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.