Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mantan Presiden Rusia Tiba-Tiba Serang dan Maki George Soros, Ada Apa?
    Inspiring You

    Mantan Presiden Rusia Tiba-Tiba Serang dan Maki George Soros, Ada Apa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 Juni 2024Updated:9 Juni 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev melayangkan pernyataan keras da makian terkait penentangan atas invasi Negeri Beruang Merah terebut ke Ukraina.

    Medvedev, yang selama ini menjadi sekutu dan pendukung utama Presiden Vladimir Putin, mengatakan upaya Rusia untuk memberantas rezim ‘Neo-Nazi’ di Kyiv selalu mendapat penentangan dari berbagai LSM yang didukung oleh taipan keturunan Hungaria-Amerika, George Soros.

    “Pengakuan atas efektivitas upaya bersama kita melawan rezim neo-nazi di Kiev membawa kebanggaan yang luar biasa. Pengakuan ini datang dari organisasi-organisasi yang tidak menyenangkan seperti LSM yang dimiliki oleh Soros, orang tua yang tak menyenangkan, yang telah melaporkan karya kita yang rendah hati ini kepada Pengadilan Pidana Internasional (ICC),” katanya di X, dikutip Minggu (9/6/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia melanjutkan LSM-LSM tersebut merupakan kaki tangan “teroris” yang telah membunuh 20 warga Rusia dalam serangan Jumat lalu.

    “Kejadian ini semakin memotivasi kita untuk terus bekerja melawan kelompok Nazi yang keji ini. Kami akan menjadi lebih marah, lebih tanpa ampun, dan lebih mematikan dalam mengungkap segala bentuk kejahatan rezim Bandera dan para patron mereka,” katanya.

    Adapun pernyataannya dilontarkan saat tensi hubungan Rusia dan NATO kian memanas.

    Terbaru, Putin membantah keras klaim yang menyebutkan pihaknya siap untuk menyerang NATO. Menurutnya, hal tersebut adalah upaya bodoh untuk mempertahankan hegemoni global Barat karena rasa takut.

    Putin ditanya tentang persiapan NATO untuk mempertahankan diri dari “invasi” Rusia pada pertemuan dengan para pemimpin kantor berita internasional besar pada Rabu (5/6/2024), di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF).

    “Begini, seseorang membayangkan Rusia ingin menyerang NATO. Apakah kamu sudah benar-benar gila? Siapa yang mengemukakan omong kosong ini? Ini omong kosong,” kata Putin, dilansir Russia Today, Kamis (6/6/2024).

    Putin menyatakan bahwa omong kosong tersebut bertujuan untuk menipu masyarakat Barat, mendesak mereka untuk mempersenjatai diri dan mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina.

    “Sebenarnya kenapa ini dilakukan? Untuk mempertahankan posisi kehebatan mereka sendiri, itulah alasannya. Kisah-kisah menakutkan ini, yang ditujukan untuk warga kota di Jerman, Prancis, dan negara-negara lain di Eropa, sama sekali tidak ada apa-apanya,” jelas Putin.

    “Di Ukraina, kami hanya melindungi diri kami sendiri.”

    “Jangan mengada-ada dan kemudian membentuk opini tentang Rusia berdasarkan hal tersebut,” tambahnya.”Kamu hanya melukai dirimu sendiri dengan cara ini.”

    Dalam sesi tersebut, yang berlangsung lebih dari tiga jam, Putin berulang kali membahas akar penyebab invasi Rusia di Ukraina, mulai dari kudeta yang didukung AS pada 2014 hingga kekejaman pemerintah Kyiv di Donbass dan kegagalan proses perdamaian Minsk yang dialami para pemimpin Barat.

    Presiden Rusia berargumentasi bahwa Amerika Serikat (AS) mengucurkan miliaran dolar uang tunai, senjata, amunisi dan peralatan ke Ukraina bukan karena mereka mencintai Ukraina, namun karena keyakinan bahwa hal ini akan memajukan “kebesaran dan kepemimpinan global” Amerika.

    “Tidak ada seorang pun di AS yang peduli dengan kepentingan Ukraina,” kata Putin kepada kepala badan tersebut.

    Meskipun Moskow tidak berniat untuk “menyerang” Eropa, namun pihaknya akan mempertimbangkan untuk melakukan pembalasan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya karena memberikan rudal jarak jauh kepada Kyiv dengan memasok senjata serupa kepada musuh-musuh Barat di wilayah yang “sensitif”.


    Artikel Selanjutnya


    Potret Warga AS Heboh & Rela Antre Demi Bunga Bangkai Mekar

    (luc/luc)


    Techno update True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.