Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas! Penipuan Aset Digital NFT Kian Marak, Ini Modusnya
    Insight News

    Awas! Penipuan Aset Digital NFT Kian Marak, Ini Modusnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Februari 2022Updated:3 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Non-fungible Token (NFT) memang terus jadi bahan perbincangan di masyarakat dunia. Namun ternyata kepopuleran ini berbarengan dengan kejahatan yang terjadi di dalamnya seperti pencucian uang.

    Praktik ini lewat pembelian dan penjualan NFT adalah sektor kegiatan kriminal yang kecil. Tapi pencucian yang terus berkembang, ungkap laporan Chainalysis.

    Laporan itu menemukan sebagian kecil namun berkembang dari aktivitas di pasar NFT yang terkait dengan pencucian uang. Chainalysis melihatnya dari pelacakan nilai yang dikirim ke pasar NFT dari alamat kripto yang diketahui terkait penipuan, pencurian, operator malware, dan akun di bawah sanksi hukum.

    Totalnya masih sangat kecil yakni sekitar US$1,4 juta atau Rp 20,1 miliar pada kuartal IV-2021. Ternyata jumlah ini tumbuh signifikan dari awal tahun.

    “Semua aktivitas ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan pencucian uang berbasis kripto US$8,6 miliar (Rp 123,7 triliun) yang kami lacak sepanjang tahun 2021,” ungkap laporan tersebut, dikutip dari The Verge, Kamis (3/2/2022).

    “Namun demikian, pencucianĀ uang dan khususnya transfer dari bisnis kripto yang dikenai sanksi merupakan risiko besar membangun kepercayaan pada NFT dan harus dipantau lebih dekat oleh pasar, regulator dan penegak hukum”.

    Modus pencucian ini juga terungkap dalam laporan itu. Jadi pemilik NFT akan menjual NFT dengan mengirimkan yang kepada diri mereka sendiri yang berasal dari dompet kripto yang dikendalikan.

    Wash trading memang telah lama jadi masalah pada pertukaran kripto. The Verge menuliskan ini memberikan kesan menyesatkan soal volume perdagangan, namun semakin jadi masalah untuk pasar NFT juga.

    Chainalysis menyebut penjual dengan modus pencucian uang yang paling produktif melakukan 830 penjualan. Selain itu ada 262 pengguna diidentifikasi melakukan penjualan dengan uang milik sendiri lebih dari 25 kali.

    Laporan itu menyebutkan keuntungan yang dibuat grup tersebut mencapai sekitar US$8,9 juta atau Rp 128 miliar.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.