Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»3 Perusahaan Raksasa Teknologi AS Dituding Monopoli Pasar AI, Siapa?
    Insight News

    3 Perusahaan Raksasa Teknologi AS Dituding Monopoli Pasar AI, Siapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juni 2024Updated:8 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tiga raksasa teknologi dituding memonopoli pasar Artificial Intelligence (AI) di Amerika Serikat (AS). Ketiganya adalah Microsoft, OpenAI, dan Nvidia, yang diketahui memang tengah pengembangan teknologi baru tersebut secara masif.

    Potensi tersebut tengah diselidiki oleh Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Amerika Serikat (AS) atau FTC untuk antimonopoli. Departemen Kehakiman akan menyelidiki Nvidia sementara OpenAI dan Microsoft diperiksa oleh Komisi Perdagangan, dikutip dari Reuters, Sabtu (8/6/2024).

    OpenAI merupakan pencipta chatbot populer ChatGPT dan terus mengembangkan teknologinya hingga sekarang. Sementara Microsoft berinvestasi pada perusahaan senilai US$13 miliar atau 49% dan juga memasukkan teknologi AI ke dalam layananya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Nvidia, bersama Microsoft, menjadi perusahaan terbesar secara kapitalisasi pasar. Perusahaan tercatat memiliki nilai pasar lebih dari US$3 triliun.

    Nvidia juga menguasai 80% pasar chip AI. Salah satunya yang khusus dibuat untuk raksasa teknologi lain Google Awan, Microsoft, dan Amazon.

    Juru bicara Nvidia dan OpenAI menolak mengomentari hal tersebut. Sementara Microsoft mengatakan akan menjalankan kewajiban hukumnya melaporkan transaksi dan akan mematuhinya.

    Sebuah sumber menyebutkan FTC juga mempertimbangkan penyelidikan kesepakatan Microsoft dan startup bernama InflectionAI. Kesepakatan itu bernolai US$650 juta dan dimulai Maret lalu.

    Kerja sama keduanya memungkinkan Microsoft menggunakan model dari startup. Selain itu staf Inflection juga bisa diperkerjakan oleh Microsoft.

    Microsoft mengatakan kerja sama itu mempercepat mengembangkan Copilot. Sementara itu, FTC khawatir kerja sama adalah cara perusahaan mengabaikan persyaratan untuk mengungkapkan merger.




    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.