Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pilot Tidak Boleh Punya Jenggot, Ternyata Ini Alasan Dilarang
    Insight News

    Pilot Tidak Boleh Punya Jenggot, Ternyata Ini Alasan Dilarang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Juni 2024Updated:7 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Pilot ternyata dilarang memiliki jenggot. Aturan ini diterapkan oleh beberapa maskapai penerbangan Amerika Serikat.

    Menurut Thrillist, salah satu perusahaan penerbangan yang melarang pilot memelihara jenggot adalah American Airlines. American Airlines mengharuskan semua pilot di pesawatnya bercukur mulus saat melaporkan diri untuk bertugas.

    “Kami tidak mengizinkan pilot memiliki rambut di wajahnya saat aktif bertugas. Ini demi keselamatan. Keselamatan adalah hal paling penting di industri kami,” kata juru bicara American Airlines.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Aturan ini tak hanya berlaku bagi pilot yang aktif bertugas. Kru yang sedang tidak bertugas dan menumpang di kursi khusus di pesawat juga dilarang memiliki brewok atau jenggot.

    Beberapa maskapai menerapkan aturan yang agak longgar, yaitu mengizinkan pilot mereka untuk berkumis atau berjenggot tipis (goatee). Perusahaan penerbangan Delta juga mengizinkan jambang panjang asal tidak melebihi telinga, sedangkan kumis lebarnya tidak boleh melebihi kedua ujung mulut. 

    Aturan ini diterapkan berdasarkan kajian pada 1987 soal masker dan rambut wajah, yang menyatakan jenggot membuat masker oksigen kurang efisien.

    “Tiga jenis masker oksigen dites untuk mengukur penurunan kinerja akibat rambut di wajah. Data menunjukkan penurunan kinerja terjadi di pinggiran masker oksigen yang dipakai di atas jenggot. Penurunan kinerja berbanding lurus dengan ketebalan rambut, tipe masker, dan sistem suspensi masker, serta pelatihan yang telah dilalui oleh individual terkait,” tulis laporan tersebut.

    Salah satu studi menemukan kebocoran hingga 67 persen pada masker yang dikenakan oleh penumpang berjenggot. Bagi kru, permasalahan keselamatan ini makin penting karena mereka harus aktif secara fisik dalam kondisi darurat, sehingga berisiko tinggi terkena hypoxia.

    Kebocoran udara akibat jenggot membuat jumlah oksigen yang masuk di bagian bawah respirator tidak memadai. Penumpang yang kekurangan oksigen terancam mengalami hypoxia, yaitu kondisi tubuh kekurangan oksigen.”

    “Defisit oksigen yang dialami tidak akan fatal atau mengancam jiwa, tetapi bisa menyebabkan pingsan,” tulis laporan tersebut.



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.