Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Makin Cepat, Pakar Dunia Sebut Indonesia
    Insight News

    Tanda Kiamat Makin Cepat, Pakar Dunia Sebut Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Juni 2024Updated:7 Juni 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tanda ‘kiamat’ makin sering terdengar dan digaungkan para pakar. Temperatur Bumi terus mencatat rekor terpanas dari bulan ke bulan.

    Para ilmuwan dan pakar iklim terus mewanti-wanti suhu Bumi akan melewati batas maksimum yang disepakati pada konferensi iklim di Paris 2015 lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lembaga pengawas iklim di bawah Uni Eropa, Copernicus, mendeklarasikan bulan Mei 2024 sebagai bulan terpanas sepanjang sejarah. Ini menandai 12 bulan berturut-turut Bumi mencatat rekor suhu tertinggi, dikutip dari Fast Company, Jumat (7/6/2024).

    Secara terpisah, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memprediksi suhu global rata-rata dari 2024-2028 akan melampaui batas 1,5 derajat celcius sejak era pre-industrial yang disepakati pada pembicaraan di Paris.

    Dalam jurnal Earth System Science Data yang dipublikasikan 57 ilmuwan, peningkatan suhu pada 2023 lebih signifikan ketimbang 2022 lalu.

    Para ilmuwan sebenarnya tak terkejut dengan tren ini. Masifnya penggunaan bahan bakar fosil dan peningkatan karbon dioksida yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global sudah sejak lama disuarakan.

    Pada 2023, level gas panas yang terperangkap di atmosfer mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah, menurut Lembaga Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA).

    Karbon dioksida meningkat gila-gilaan akibat gas rumah kaca dari aktivitas manusia. Pada 2023, jumlah karbon dioksida tercatat pada peringkat ke-3 tertinggi dalam 65 tahun, menurut NOAA.

    Efek meningkatnya suhu Bumi secara signifikan membawa ‘kiamat’ bagi manusia. Perubahan iklim membuat cuaca berubah-ubah dan sulit diprediksi. Bencana alam dan gelombang panas juga tampak menyerang beberapa wilayah dalam periode acak.

    Gelombang panas yang menerjang Asia baru-baru ini membuat sekolah tutup di Filipina dan banyak orang tewas di Thailand. Tercatat pula cuaca panas pecah rekor di Indonesia, Malaysia, Maldives, dan Myanmar.

    Di India, gelombang panas selama beberapa minggu juga membuat sekolah tutup dan banyak orang meninggal.

    Ilmuwan memperingatkan jika suhu rata-rata Bumi menembus batas 1,5 derajat, maka situasi akan bertambah parah. PBB meramalkan perubahan besar di ekosistem Bumi akan dimulai pada suhu rata-rata 1,5 dan 2 derajat Celcius.

    Beberapa di antaranya akan ditandai dengan punahnya terumbu karang, melelhnya gunung es, dan musnahnya beberapa tumbuhan dan hewan. Cuaca ekstrem yang membunuh manusia dan menghancurkan infrastruktur pun tak terelakkan.

    Untuk mereduksi perubahan iklim, penggunaan bahan bakar fosil benar-benar harus disetop. Sebab, hal tersebut menjadi faktor paling besar pada pemanasan global.

    “Sebelum gas rumah kaca berhenti diproduksi, Bumi akan terus memecahkan rekor suhu, diiringi cuaca ekstrem dan bencana alam,” kata Jennifer Francis, ilmuwan di Woodwell Climate Research Center di Massachusetts.

    Ilmuwan mengatakan peralihan energi terbarukan memang sudah digencarkan, tetapi harus lebih digenjot lagi.




    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.